Sabtu, 11 November 2017

Takdir

Ibuku tak suka buku
Bukuku yang bertumpuk-tumpuk
Diserahkannya kepada tukang loak yang rajin lewat di depan rumah
Bikin banyak nyamuk aja, katanya
Karena ibu, akhirnya aku jadi mengerti
Bahwa nyamuk bersarang di buku-buku

Aku tak suka nyamuk, tapi aku suka buku
Jadi sisa bukuku kuberi kelambu
Supaya tak jadi sarang nyamuk
Tapi sejak buku-bukuku kuberi kelambu
Nyamuk-nyamuk malah bersarang di telingaku
Aku jadi susah tidur

Mereka sangat ribut
Suka sekali ngobrol
Tentang SDD dan Jokpin
Tentang Saut Situmorang dan Gunawan Muhamad
Aku jadi pusing tak bisa tidur
Sementara buku-buku bisa tidur tenang

Akhirnya aku pindah tidur
Masuk ke dalam kelambu
Tidur memeluk buku-buku
Ibuku heran melihatku tidur memeluk buku

Ibu memanggil orang pintar
Dikiranya aku punya kelainan
Aku heran, wajahku disembur air
Supaya sembuh, kata orang pintar itu
Lalu menyembur wajahku sekali lagi
Sambil ia komat kamit
Ibu lalu memberinya uang
Uang dari tukang loak yang membeli bukuku
Orang pintar itu tersenyum

Ibu memandangku iba
Mengusap-usap dan mencium kepalaku
Cepat sembuh ya, Nak, katanya
Aku bingung merasa tak sedang sakit
tapi aku mengangguk
Ibu membuatkan aku susu
Minumlah selagi hangat, kata ibu lembut
Sekali lagi aku mengangguk
Lalu ibu membawa keluar semua sisa buku di kamar dan menggantinya dengan satu kitab suci. Bacalah ini. Ia akan menyelamatkan hidupmu, kata ibu
Kulihat seekor nyamuk terbang menyelamatkan diri, menjauh dari ibu

Aku heran, kenapa masih ada nyamuk padahal buku-bukuku sudah kuberi kelambu
Mungkin dia nyamuk yang kutu buku sehingga ia menjadi cerdas dan menemukan cara menembus kelambu, pikirku
Tubuhku mendadak lemas
Seperti orang yang sedang jatuh sakit
Kubaringkan tubuhku dan masuk ke dalam selimut
Samar-samar kudengar percakapan ibu dengan pengepul barang bekas
Buku-bukuku akhirnya ditukar dengan gelas

Kupandangi gelas kosong bekas susu
Entah kenapa aku jadi merasa sangat sedih
Membayangkan buku-bukuku
Menerima takdirnya
Menjadi lembar-lembar kertas pembungkus ikan dan gorengan
RIP, buku, kataku memejamkan mata

Sabtu, 14 Oktober 2017

Aku Ingin

(Versi tukang parkir di Pasar Kramat Jati yang jatuh hati kepada penjual kue cucur yang cantik banget)

aku ingin mencintaimu gak tanggung-tanggung
dengan rasa manis yang paling didamba
tepung kepada minyak yang menjadikannya cucur

aku ingin mencintaimu gak tanggung-tanggung
dengan rindu yang tak pernah putus
cincin kepada jari manis yang menjadikannya berarti