<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295</id><updated>2012-02-08T09:20:47.130-08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Cerita'/><title type='text'>Repihan Hidup</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-843948956495176048</id><published>2012-02-08T09:20:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T09:20:47.194-08:00</updated><title type='text'>Suara Burung</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
Sudah sejak tahun baru kemarin aku berusaha keras untuk bisa mengerti bahasa burung.&lt;br /&gt;
Sungguh penasaran dengan apa yang mereka kicaukan setiap pagi.&lt;br /&gt;
Lalu waktu pagi masih buta, kubuka lebar jendela kamar dan berkonsentrasi mendengarkan kicau mereka.&lt;br /&gt;
Dari antara ranting pohon terdengar suara, "setiap orang harus tahu bahwa dirinya dicintai."&lt;br /&gt;
Busyet! Apa benar itu suara burung?&lt;br /&gt;
Kukeluarkan kepala dari jendela untuk memastikan bahwa itu adalah suara burung-burung di pohon&lt;br /&gt;
Lalu terdengar lagi suara, "setiap orang harus tahu bahwa dirinya dicintai.&lt;br /&gt;
Benar. Suara burung. Wih, keren nih! Ternyata aku sudah bisa mengerti bahasa burung.&lt;br /&gt;
Saking girangnya, aku berteriak keras, "cuit cuit... Cuit cuit...!!!&lt;br /&gt;
Astaga! Kok suaraku jadi mirip suara burung?&lt;br /&gt;
Kucoba teriak sekali lagi. "Cuit cuit... Cuit cuit!&lt;br /&gt;
Gaswat! Ini benar suara burung.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba aku merasa sangat takut dan segera menutup jendela kamar.&lt;br /&gt;
Lalu menutupi seluruh tubuhku dengan selimut.&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, aku merasakan tubuhku diguncang-guncang oleh seseorang.&lt;br /&gt;
"Sarimin, bangun, Min. Kamu harus pergi ke Carefour!&lt;br /&gt;
Ha? Ternyata cuma mimpi. Syukurlah.&lt;br /&gt;
Lalu kuceritakan mimpiku tadi kepada kawan yang membangunkanku&lt;br /&gt;
"Ah, ngarang aja lo!" Katanya. Tapi sudut matanya mengalirkan sungai kecil ke kedua pipinya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-843948956495176048?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/843948956495176048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2012/02/suara-burung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/843948956495176048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/843948956495176048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2012/02/suara-burung.html' title='Suara Burung'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-2371364411909058514</id><published>2012-01-28T09:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T09:57:07.717-08:00</updated><title type='text'>Rumah</title><content type='html'>Aku tak terlalu ingat lagi di mana letak persisnya&amp;nbsp; rumah masa 
kecilku dulu. Yang kuingat ada beberapa pohon rambutan di bagian depan 
dan belakang rumah. Kalau musim buahnya tiba, maka rumah itu terlihat 
lebih indah karena warna buah-buah rambutan yang kuning dan kemerahan 
meramaikan pekarangan rumah kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu daerah
 ini masih sangat sepi. Walaupun listrik sudah masuk, masih banyak rumah
 yang belum memasangnya termasuk rumah kami. Ibu menyalakan lampu 
petromak setiap malam akan datang. Suara pompa lampu petromak kemudian 
disambut oleh nyanyian serangga yang terdengar berbahagia memasuki 
malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini akan tiba-tiba berubah menjadi 
sangat ramai kalau ada tetangga mengadakan pesta pernikahan atau sunatan
 anaknya dengan menghadirkan layar tancap, untuk menghibur para tamu dan
 warga lainnya. Film yang dibintangi Barry Prima dan Eva Arnazlah yang 
sering diputar waktu itu, palling sering film berjudul Jaka Sembung. 
Diputar juga film-film perjuangan dan silat Cina. Layar tancap adalah 
hiburan masa kecil yang sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku 
rasa di pintu gerbang utama taman itulah kira- kira rumah itu dulu 
pernah berdiri. Kami harus keluar dari rumah itu, ketika pemerintah 
meminta kami pergi dari tanah itu, karena ternyata Ayah dan beberapa 
warga lainnya hanyalah penggarap lahan yang waktu itu kosong dan 
terbengkalai. Lalu rumah kami diratakan dengan tanah yang sekarang 
menjadi tempat wisata dan hiburan bagi banyak orang. Ibu menangis 
menyaksikan rumahnya diruntuhkan. Aku juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah 
satu kejadian yang kuingat dan selalu kusesali di rumah itu adalah 
ketika ibu memarahiku karena terlalu sering membantah setiap perkataan 
dan perintahnya. "Kalau ibu sudah mati, nanti kamu tidak akan bisa lagi 
seenaknya seperti ini. Apa lagi kalau tinggal di rumah orang. Ingat 
itu!" Katanya sambil menangis. Beberapa bulan kemudian, settelah rumah 
kami dirubuhkan, ibu mati dibunuh kanker. Ternyata ibu telah cukup lama 
menyimpan penyakitnya seorang diri. Kalau saja aku selalu menuruti 
kata-kata ibu dan selalu bisa menyenangkan hatinya, mungkin aku bisa 
lebih lama lagi melihat senyum manis ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepeninggal 
ibu, Ayah menitipkan aku ke rumah salah satu saudaranya. Kemesraan 
sebagai penghuni baru di rumah saudara hanya berlangsung sebentar saja. 
Setelah itu omelan dan makian menjadi makanan sehari-hari. Ada saja 
kelakuan dan tindakanku di rumah itu yang sepertinya tidak benar di mata
 mereka. Setiap kena marah, aku selalu kangen ibu. Pernah suatu  kali 
aku  berlari mengadu ke kuburan ibu.  Menceritakan semuanya sampai puas 
di   sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku diperlakukan seperti 
seorang pembantu di sana. Tanpa  bayaran tentunya. Mungkin benar apa 
kata orang, setiap anak diterima dan diperlakukan  oleh orang lain atau 
saudara-saudaranya tergantung dari keadaan sosial ekonomi orang  tuanya.
 Siapa menghormati ayahnya, tentu akan menghormati anaknya juga kan? 
Ayahku? Ia adalah seorang yang sangat asyik dengan dirinya sendiri. 
Menghabiskan waktunya minum mabuk dan bermain judi di warung 
remang-remang ujung jalan. Pernah satu kali, karena di rumah tidak ada 
lagi makanan, ibu mengajakku memanggil ayah ke sana. Ayah kaget dan 
terlihat sangat malu. Sesampai di rumah, terjadilah keributan besar. Aku
 hanya bisa menangis memegangi pinggang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya,
 karena sudah tidak kuat lagi tinggal dari rumah saudaraku itu, 
kuputuskan untuk minggat dari sana. Kemudian aku terdampar di kehidupan 
jalanan dan menjadi penjual ganja. Dengan begitu, aku memiliki cukup 
uang untuk mencukupi segala kebutuhan hidup, termasuk menyewa dua kamar 
kost. Satu untuk aku tempati, yang berisi televisi, vcd dan kipas angin,
 apa yang tak pernah aku miliki semasa kecil, serta poster besar Bob 
Marley dan Iwan Fals di dinding kamar. Walau pun cuma kamar kost, tapi sungguh 
merupakan rumah yang sangat menyenangkan bagiku. Lalu satu kamar kost 
yang lain aku gunakan untuk menyimpan barang daganganku. Di akhir pekan,
 aku menghabiskan waktu menikmati keindahan alam di kaki Gunung salak 
sambil menikmati ganja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah selalu menjadi 
bagian perbincangan dalam kehidupan sehari-hari.  "Tinggal di mana?" 
Begitu biasanya teman baru bertanya. "Sekarang  tinggal di mana?" Sudah 
pasti pertanyaan kawan lama. "Kangen rumah..."  Kata kawanku pada sekali
 waktu. "Home sweet home" Begitu kata kawan  lainnya meniru salah satu 
lagu Rock. Ya, pada akhirnya, rumah adalah tempat kita selalu kembali 
pulang, walau pun hanya sekedar mandi dan mengganti pakaian seperti 
kamar kost.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya aku lebih suka memutar 
video musik dari pada menonton televisi jika sedang berada di rumah. 
Tapi mungkin karena mabuk semalam, aku lupa meletakkan remote control di
 mana. Akhirnya dengan terpaksa aku menonton televisi. Kebetulan juga 
acara musik yaitu Indonesian Idol, yang saat itu sedang menayangkan sesi
 audisi yang diikuti oleh banyak orang muda dari berbagai kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak
 muda itu berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bernyanyi.
 Banyak yang tak dapat menahan diri menangis karena bahagia dan kecewa 
begitu menerima keputusan juri dari hasil penampilan mereka. Yang terasa
 menggetarkan hatiku adalah ada ibu dan keluarga tercinta yang menanti 
mereka di luar ruangan audisi. Apa pun hasilnya akhir dari penampilan 
mereka, lolos atau tidak, ada keluarga yang siap menerima mereka dengan 
hangat pelukan. Ada rumah yang menantikan mereka pulang dengan segala 
kehangatan. Air mata yang jatuh bersama-sama itu... Ah, aku sungguh 
ingin memilikinya. "Acara sialan!" Kataku dalam hati sambil mengusap 
airmataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kutenggak bir lebih banyak lagi untuk 
mengusir rasa haru itu. Tiba-tiba aku terkejut melihat keadaanku yang 
sekarang. Ternyata aku telah hidup menjadi seorang pemabuk sama seperti 
Ayah. Ini harus dihentikan, kataku dalam hati, teringat kembali wajah 
Ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pak, selamat ya... Anaknya sehat. 
Laki-laki..." Kata seorang perawat yang tiba-tiba membuyarkan seluruh 
lamunanku. Aku segera masuk ke ruang bersalin. Kemudian perawat 
memberikan makhluk kecil itu ke dalam pelukanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Aku akan menjadi Ayah dan rumah yang indah bagimu..." Bisikku di telinganya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-2371364411909058514?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/2371364411909058514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2012/01/rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2371364411909058514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2371364411909058514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2012/01/rumah.html' title='Rumah'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-4881641222842944738</id><published>2012-01-20T10:32:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T18:00:04.688-08:00</updated><title type='text'>Segelas Kopi dan Teh Manis</title><content type='html'>&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;


&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;"Tak sehelai rambut pun akan jatuh tanpa seijin Dia..." Kata segelas kopi kepada teh manis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;br /&gt;Tiba-tiba berjatuhan butiran-butiran berwarna putih ke dalam gelas kopi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: normal;" /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;"Sejak kapan ada hujan salju di Indonesia?" Tanya segelas kopi heran.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;br /&gt;"Bukan, Pi... Itu ketombe ibu penjaga warung!" Jawab teh manis pelan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: normal;" /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;"Oh, itu pun jatuh atas seijin Dia..." Lanjut segelas kopi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: normal;" /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Teh manis mendengarkan dengan tekun, lalu berkata, "ya, kita hanya perlu menjalani bagian kita masing-masing dengan ikhlas, kan?" Lalu tetes terakhirnya lenyap dalam tegukan pencintanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-4881641222842944738?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/4881641222842944738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2012/01/segelas-kopi-dan-teh-manis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4881641222842944738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4881641222842944738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2012/01/segelas-kopi-dan-teh-manis.html' title='Segelas Kopi dan Teh Manis'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-6719768237762675986</id><published>2012-01-11T10:00:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T10:00:46.015-08:00</updated><title type='text'>I Dont Know Much</title><content type='html'>Kedua pengamen itu nampak bingung ketika aku meminta mereka berhenti 
bernyanyi, meminjam gitar mereka, kemudian mengambil tempat tepat di 
hadapanmu dan menyanyikan satu lagu cinta untukmu.&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;Look at this face&lt;br /&gt;
I know the years are showing&lt;br /&gt;
Look at this life&lt;br /&gt;
I still don't know where it's going*&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raut
 wajahmu yang semula sama bingungnya seperti kedua pengamen itu segera 
berganti menjadi wajah senang dan turut bernyanyi bersamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua
 biduan jalanan itu, sambil cengar cengir, kemudian bergerak sedikit 
menjauh memberi ruang, seperti tak ingin mengganggu acara kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ayo, kembaliin gitarnya, mereka kan lagi cari uang," katamu setelah kita selesai menyanyikan beberapa lagu.&lt;br /&gt;
"Satu lagu lagi..." Kataku.&lt;br /&gt;
Kau tertawa dan kembali ikut menyanyikan lagu cinta bersamaku.&lt;br /&gt;
"Lihat, betapa cantiknya dirimu saat bernyanyi." Ujarku menggodamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Makasih,
 Om..." Kata Kedua pengamen itu saat gitarnya kukembalikan sambil 
memberi beberapa lembar uang ribuan dan satu kaleng bir.&lt;br /&gt;
"Oh, saya dong yang berterima kasih. Besok lagi yaa..." Kataku kepada mereka.&lt;br /&gt;
"Hahaha...
 Oke, Om... "Mereka tertawa meninggalkan kami dan melanjutkan pekerjaan 
mereka bernyanyi di hadapan pasangan-pasangan yang sedang memadu rindu 
di taman ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Hahaha... Dipanggil Om, ni yeee..." Katamu menggodaku&lt;br /&gt;
"Tau, tuh... Padahal tampangnya juga lebih tua mereka daripada aku."&lt;br /&gt;
Kau tersenyum.&lt;br /&gt;
"Mungkin kerasnya kehidupan jalanan membuat tampang mereka terlihat lebih tua ya?" Kataku&lt;br /&gt;
"Kau juga keras..." jawabmu.&lt;br /&gt;
"Aku?"&lt;br /&gt;
"Iya. Punyamu keras kalau ada di dekatku..."&lt;br /&gt;
"Hahaha... Gokil, dasar!"&lt;br /&gt;
Kita tertawa keras sampai beberapa orang di taman itu menengok ke arah kita. Tak mempedulikan mereka, kupeluk tubuhmu erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Benarkah kau sayang aku?" Kau berbisik pelan.&lt;br /&gt;
Diam sebentar, kemudian kujawab dengan pertanyaan juga, "mengapa kau tanya begitu?"&lt;br /&gt;
"Apakah kau menyayangiku?" Kembali kau ulangi pertanyaan itu.&lt;br /&gt;
"Dengan sikap dan perlakuan aku selama ini, menurutmu aku ini bagaimana kepadamu?"&lt;br /&gt;
Kau diam. Aku diam.&lt;br /&gt;
"Ayo, habiskan birnya. Kita pulang." Katamu&lt;br /&gt;
Aku menurutimu, lalu kita pulang dengan hati kesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah
 kenapa, percakapan-percakapan tentang cinta di antara kita terasa 
begitu rumit. Tak semudah lagu-lagu cinta yang sering kita nyanyikan 
bersama. Seringkali malam-malam indah yang awalnya menyenangkan harus 
berakhir dengan hati yang kesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apa yang membuatmu menyayangiku?" tanyamu pada malam yang lain.&lt;br /&gt;
Terdiam sejenak, lalu kujawab, "karena kau sayang aku..."&lt;br /&gt;
"Jadi kalau aku tak lebih dulu sayang sama kamu, kamu tak akan pernah sayang sama aku?"&lt;br /&gt;
Aku diam. Bingung. Kau diam.&lt;br /&gt;
Kita saling diam beberapa waktu lamanya.&lt;br /&gt;
"Ayo, habiskan birnya. Kita pulang." Kataku.&lt;br /&gt;
"Kau saja yang habiskan." Jawabmu.&lt;br /&gt;
Aku menurutimu, lalu kita pulang dengan hati kesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah cukup lama kita tak lagi pernah bertemu. Mungkin butuh beberapa waktu lagi bagi kita untuk bisa lebih saling mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam ini aku sendiri. kedua biduan kita itu tak pernah lagi terlihat. Mungkin sudah dapat pekerjaan.&lt;br /&gt;
Aku di sini ditemani bir. Mabuk. Merindukan kamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bernyanyi sendiri seperti orang tolol, seakan ada kamu di sampingku.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;I don't know much&lt;br /&gt;
But I know I love you&lt;br /&gt;
And that may be all I need to know&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;*&lt;/i&gt;Lagu&lt;i&gt; &lt;/i&gt;I Dont Know Much, Aaron Naville &amp;amp; Linda Rondstadt&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-6719768237762675986?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/6719768237762675986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2012/01/i-dont-know-much.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6719768237762675986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6719768237762675986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2012/01/i-dont-know-much.html' title='I Dont Know Much'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-3841659638454513472</id><published>2011-12-17T10:54:00.000-08:00</published><updated>2011-12-17T10:54:07.306-08:00</updated><title type='text'>Nyala!</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
Untuk Sondang Hutagalung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika lagu Indonesia Raya tak lagi menyentuh hati anak-anaknya&lt;br /&gt;
Ketika para pemimpin tak lagi mengerti bahasa rakyatnya&lt;br /&gt;
Ketika ramai saudara-saudara sebangsa melihat ketidak-adilan sebagai hal yang biasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pemuda berdiri tegak di depan Istana&lt;br /&gt;
Mengusap air matanya&lt;br /&gt;
Lalu menyulut tubuhnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyala!&lt;br /&gt;
Dia berbicara melalui api&lt;br /&gt;
Di matanya, di tangannya, di kakinya, di hatinya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyala!&lt;br /&gt;
Lidah api berkibar laksana bendera kebangsaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyala!&lt;br /&gt;
Menjadi suluh di suramnya langit merdeka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu jatuh ke pelukan tanah tercinta dan menyala abadi di hati para kekasih tanah air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Harus dengan cara inikah baru mereka akan mengerti?" Tanya angin berhenti berhembus&lt;br /&gt;
Daun-daun tertunduk haru tak mampu menjawab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Indonesia!&lt;br /&gt;
Nyala!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Bagimu Negeri, jiwa raga kami...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
Lantun sepasang sepatu untuk wisuda pemberian Kakak tercinta&lt;br /&gt;
&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/389920_2351124264505_1442091546_31928718_1327355091_n.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-3841659638454513472?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/3841659638454513472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/12/nyala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3841659638454513472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3841659638454513472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/12/nyala.html' title='Nyala!'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-4623495888584071509</id><published>2011-12-09T17:49:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T17:07:48.930-08:00</updated><title type='text'>Desember</title><content type='html'>Aku selalu tak bisa menahan diri tersenyum-senyum sendiri setiap 
melewati kantor pegadaian di ujung jalan itu. Terbayang kembali cemberut
 di wajahmu karena aku enggan menemanimu masuk kedalamnya. Aku memilih 
menunggu di warung kopi seberang jalan, karena merasa malu jika 
sekiranya ada orang yang kukenal melihatku masuk ke dalam kantor itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya
 aku selalu merasa mampu untuk mencukupi segala kebutuhan kita dengan 
kekuatanku sendiri, sampai akhirnya hari itu aku menyerah dan kita 
sepakat menitipkan semua perhiasanmu beserta cincin pernikahan kita 
untuk beberapa waktu lamanya di sana, supaya kita bisa menutupi biaya 
perobatan dan membawa Deasy, putri kita pulang dari rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu
 sisanya masih bisa untuk membelikan hadiah ulang tahunnya yang ke-2 
sekaligus baju natalnya. Oh iya, waktu itu kau belikan juga buku gambar 
beserta alat tulisnya untuk putri cantik kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pintar...!"
 Katamu setiap Deasy membuat coretan di bukunya gambarnya. "Bagus... 
Bagus banget, sayang...!" Katamu lagi memujinya. Lalu kulihat gambar 
yang dibuat Deasy. Semua coretan itu memiliki pola yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ini
 lebih tepat disebut tandatangan daripada sebuah gambar!" Kataku sambil 
tertawa. Lalu kau menyambut tawaku dengan cubitan di lengan, supaya aku 
tidak meneruskan ucapanku. Kemudian gambar-gambar yang menyerupai tanda 
tangan itu kau letakkan di kaki pohon Natal bersama kartu-kartu ucapan 
Natal yang kita terima. Dan kita bertiga menghabiskan malam Natal tahun 
itu di depan televisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari-hari berikutnya Deasy mulai 
bosan dengan buku gambarnya. Ia mulai bereksperimen dengan 
menandatangani setiap tempat yang ia mau. Lantai, dinding, seprai, 
gorden, juga wajah cantikmu tak luput dari tanda tangannya sewaktu kau 
tertidur. Oh iya, wajahku juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan baru saja selesai 
bulan Desember, seluruh dinding rumah kita sudah penuh dengan tanda 
tangannya. "Luar biasa..." Katamu sambil memandang seluruh tembok rumah 
kita. "Ia menuruni bakat Ayahnya yang penulis, suka sekali membubuhkan 
tanda tangan."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terasa sudah Desember lagi, 
sayang. Seperti biasa, ia datang bersama gerimis yang mendesah manis 
menciumi ranting-ranting dan dedaunan. Mal-mal berdandan cantik dan 
memutar lagu-lagu Natal lebih awal dari Gereja-gereja. Menyenangkan juga
 ya, merayakan natal di mal, seperti waktu itu, menyaksikan Deasy 
tertawa bahagia bermain &lt;i&gt;ice skeating&lt;/i&gt;&amp;nbsp; di Taman Anggrek dengan topi sinterklasnya. Tak terasa ia telah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Secantik dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang,
 Natal ini mungkin Deasy tak lagi merayakannya bersamaku. Dia harus 
mengikuti suaminya yang sedang ditugaskan oleh Negara ke wilayah Maluku.
 Ya, mungkin dia hanya akan menghubungiku lewat telepon untuk 
mengucapkan selamat Natal. Pasti aku akan selalu merindukan mata 
indahnya yang diwarisinya darimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja kau juga 
bahagia melihat kebahagiaan putrimu, bukan? Oh ya, sayang, tentu enak 
sekali di surga sana ya? Pohon Natalnya pasti besar sekali ya? 
Ngomong-ngomong, apakah petugas pegadaian yang dulu melayanimu ada juga 
bersamamu di sana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang, kadang kala hujan yang 
dibawa Desember terasa lebih sendu dari kata-kata rindu yang ditulis 
para penyair. Tentu saja bukan karena sebentar lagi Natal maka aku 
merindukanmu, tapi memang setiap hari aku merindukanmu. Dan kenangan 
tentang dirimulah yang selalu membuatku bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desember
 ini aku sama bahagianya seperti saat-saat ada bersama kamu. Tidak benar
 jika ada orang yang bilang bahwa aku kesepian dan tidak bahagia. 
Seperti kata Bonhoeffer, kebahagiaan itu bukan bergantung pada keadaan 
di sekitar kita, melainkan bergantung pada apa yang sedang terjadi dalam
 diri kita. Dan aku bahagia mengingatmu dan Deasy sekarang. Lagi pula 
aku tidak akan kesepian, karena aku akan merayakan Natal bersama 
televisi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-4623495888584071509?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/4623495888584071509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/12/desember.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4623495888584071509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4623495888584071509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/12/desember.html' title='Desember'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-3791832101837237799</id><published>2011-10-16T23:20:00.000-07:00</published><updated>2011-12-29T23:15:31.875-08:00</updated><title type='text'>Apakah Kau akan Mencintaiku Selamanya, Seperti pada Hari Pertama Kau Jatuh Cinta Kepadaku?</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
Hari
 ini adalah ulang tahun ke-7 pernikahan kami. Dan seperti tahun-tahun 
sebelumnya, kami merayakannya hanya berdua saja. Mengunjungi kembali 
tempat di mana aku pertama kali mengucapkan kata cinta kepadanya dan 
menikmati lagi suara air laut yang membelai mesra pasir-pasir dan 
bebatuan di pantai. Ombak itu masih tetap sama lembutnya seperti 7 tahun
 kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puas memanjakan diri kami berdua di tempat penuh
 kenangan, lalu kami akhiri acara perayaan di rumah dengan memutar 
kembali rekaman video acara adat pernikahan kami. Dan tampaklah wajah 
orang- orang yang mengasihi kami turut berbahagia dalam video itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manja
 ia menyandarkan kepalanya di bahuku sambil bertanya pelan, "Apakah kau 
akan mencintaiku selamanya seperti pada hari pertama kau jatuh cinta 
kepadaku?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tentu saja, sayang..." Jawabku sambil mencium keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sekalipun pada tahun-tahun berikutnya nanti aku belum juga bisa memberikanmu buah hati?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembali mencium keningnya tanpa menjawab pertanyaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apakah
 kau akan tetap mencintaiku, seandainya pada akhirnya nanti aku tidak 
akan pernah bisa memberikanmu buah hati?" Kembali ia bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali
 lagi aku diam. Pertanyaannya membuka segala kecemasan yang selalu 
kusembunyikan darinya. Lalu kurapatkan tubuhnya masuk ke dalam 
pelukanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Jantungmu bedebar cepat sekali..." Katanya 
pelan. "Apakah kau sama takutnya seperti apa yang kurasakan saat ini? 
Takut pada rasa sepi yang akan mendatangiku jika hal itu benar-benar 
terjadi?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tak akan pernah ada kata sepi dalam hidupku, 
selama ada dirimu di sampingku..." Kataku kepadanya dengan hati yang 
perih. Kupeluk tubuhnya semakin erat ketika airmatanya jatuh menyaksikan
 rekaman di video yang menayangkan bagian pada saat aku menerima &lt;i&gt;ulos hela&lt;/i&gt;
 dari orang tuanya yang diselimutkan ke tubuh kami berdua di acara 
pernikahan itu. Terdengar lagu yang mengiringi pemberian ulos itu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mengkel ma dainang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sai unang tangis ho inang martuk tukian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ingot martangiang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Asa horas hamu nalaho nang na tinggal*&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kalau
 aku tak pernah bisa memiliki mereka, itu berarti hanya dirimulah yang 
selalu menjadi milikku selamanya..." Lalu kupeluk tubuhnya erat. Erat 
sekali, seperti pada hari itu, pada hari di mana pertama kali kuucapkan 
kata cinta kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Bait terakhir lagu Batak, Borhat ma da Inang Karya S. D. Situmpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahan bebasnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertawalah putriku, sayang,&lt;br /&gt;
Jangan biarkan segala resah membuatmu menangis&lt;br /&gt;
Ingatlah berdoa&lt;br /&gt;
Agar langkahmu bahagia sebagaimana kami pun bahagia melepasmu pergi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-3791832101837237799?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/3791832101837237799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/10/apakah-kau-akan-mencintaiku-selamanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3791832101837237799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3791832101837237799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/10/apakah-kau-akan-mencintaiku-selamanya.html' title='Apakah Kau akan Mencintaiku Selamanya, Seperti pada Hari Pertama Kau Jatuh Cinta Kepadaku?'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-5413692975082515045</id><published>2011-09-04T22:31:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T14:28:46.085-07:00</updated><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
"Wah, lo baca buku puisi, Bro?" tanyaku  menggodanya, ketika melihat satu buku puisi di kamarnya. "Emang puisi ada gunanya?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temanku hanya menatapku sebentar, kemudian mengambil gitarnya, memainkan intro &lt;i&gt;Still got the blues&lt;/i&gt;, Garry more dengan penuh perasaan tanpa menjawab pertanyaanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit menyesal aku karena menggodanya dengan pertanyaan itu, kuambil buku puisi yang tergeletak di meja bacanya. &lt;i&gt;"Remah-Remah Kehidupan,"&lt;/i&gt; judulnya. Halaman demi halaman mengajakku berkenalan dengan pribadi-pribadi anonim yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat
 aku asyik membaca bukunya, temanku menghampiriku dan memberikan 
secangkir kopi. "Sudah dapat jawaban dari pertanyaanmu tadi?" Tanya 
temanku sambil menghirup kopinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apaan? &lt;i&gt;Still got the blues&lt;/i&gt;, maksud lo?" Tanyaku sambil meledeknya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia
 tersenyum sebentar. "Dalam hidup ini, ada kalanya kita berjalan sangat 
jauh tanpa arah yang jelas, sampai akhirnya kita lupa jalan pulang. Nah,
 puisi, dapat menuntun kita untuk kembali pulang."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gila temanku ini! Serius banget orangnya. "Pulang kemana?" kembali aku menggodanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pulang kembali ke hati kita." Jawabnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku
 balas tersenyum dan menganggukkan kepala pura-pura mengerti 
penjelasannya. Sabar sekali temanku ini menghadapi pertanyaanku yang 
menggodanya. Senang melihatnya tersenyum ketika membicarakan puisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia
 bangkit dan menyalakan televisi. Berita sore mengabarkan tiga orang ibu
 muda tertangkap mencuri susu formula di sebuah mini market.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin malam ini ketiga ibu muda itu tidak pulang kembali ke rumah untuk membuatkan susu bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedih membayangkan wajah anak-anak itu menantikan ibunya pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;"Gua balik ah, Bro...   Gua pinjem buku puisi lo ya..." Kataku kepada temanku yang serius menonton berita di televisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Jangan, Bro..." Jawabnya cepat, "buku yang dipinjamkan biasanya ga bakalan pulang lagi. Mendingan lo cari aja deh di toko buku."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt;Judul
 : Remah Remah Kehidupan, Penulis : Fidelis R. Situmorang, Penerbit : 
Sinar David, (92 halaman) ISBN : 987-602-98618-0-8&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/180556_1565763830985_1442091546_31212527_1613290_n.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-5413692975082515045?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/5413692975082515045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/09/pulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/5413692975082515045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/5413692975082515045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/09/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-3719217798753744093</id><published>2011-02-27T13:27:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T13:27:57.142-08:00</updated><title type='text'>Mobil-mobilan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
Setelah hampir dua jam berkeliling pasar mainanan anak-anak ini, akhirnya kutemukan juga mainan yang cocok untuk anakku. Mobil-mobilan. Berbahan plastik dan berwarna terang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Tolong kopi satu, Bang, " kataku kepada pemilik warung, tempatku mengistirahatkan kaki setelah terasa pegal berkeliling pasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
Mobil mainan berwarna terang itu keletakkan disampingku sambil membayangkan tubuh mungil anakku mengendarainya. Pasti dia akan senang sekali nanti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Baru beli, Pak? Bagus mobil-mobilannya, Pak..." Kata pemilik warung sambil mengantarkan kopi untukku&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Iya, bagus..." Jawabku, "Baru sekarang bisa kebeli, Bang..." Lanjutku sambil menuangkan kopi ke piring alas gelas supaya panasnya cepat berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Berapa tahun anaknya, Pak?"&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Satu setengah tahun, " Jawabku sambil membuka dompet dan memperlihatkan foto anakku&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Cakep ya, Pak. udah bisa ngapain aja?" Tanyanya lagi sambil memandangi foto anakku&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Udah bisa lari... Kemarin saya lihat dia ngejar-ngejar ayam tetangga..."&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Ha ha ha..." Kami tertawa bersamaan&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Enak ya, Punya anak..." Katanya pelan&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Anaknya umur berapa, Bang?" Aku balik bertanya pada pemilik warung&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Saya belum punya... Belum dikasih Tuhan." Jawabnya pelan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Oh... Sudah berapa lama menikah?" Tanyaku lagi&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Enam Tahun, Pak. Kayaknya sepi nggak punya anak, ya. Jadi malas pulang. Saya udah periksa ke dokter, ke orang pinter juga, Tapi belum ada hasilnya. Kadang-kadang malu kalo ketemu teman lama atau saudara, sering diledekin! Katanya burung saya nggak tokcer..." Katanya tersenyum pahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Kalau nonton berita, saya sering dengar ada bayi dibuang sama orang tuanya, sampai ada yang mati kedinginan gitu... Pengen banget saya ketemu satu, biar saya aja yang urus... Tapi kok, saya nggak pernah ketemu ya?" Lanjutnya&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
Kami terdiam sejenak. "Sabar ya, Bang, Mudah-mudahan tahun ini dapet anak dari Tuhan.." Kataku menghiburnya&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Makasih, Pak." Katanya. Kemudian dia bangkit memindahkan kardus-kardus minuman yang mulai terkena air hujan yang mulai datang dengan gerimisnya&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
Sebentar kemudian warung kopinya sudah dipenuhi oleh orang-orang yang meyelamatkan diri dari hujan. Di antara derasnya hujan, terlihat anak-anak kecil berebutan menawarkan jasa payungnya kepada orang-orang yang berteduh di dalam warung. Beberapa tersenyum senang mendapatkan orang-orang yang mau memakai jasa mereka, sebagian anak anak lainnya segera mencari calon penyewa jasa mereka yang kebetulan berteduh di depan-depan toko mainan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
Bertepatan dengan habisnya kopiku, hujan mulai reda. Anak-anak pengojek payung dengan pakaian yang masih basah berkumpul di pinggiran warung, menghitung pendapatan mereka. Beberapa anak terlihat menggigil kedinginan. Kemudian mereka menukarkan koin-koin mereka kepada pemilik warung. "Untuk uang kembalian" Kata pemilik warung kepadaku tanpa ditanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
Akhirnya hujan benar-benar berhenti. "Ini uang kopinya, Bang. Makasih ya, Bang... Semoga Tahun ini diberikan anak oleh Tuhan ya..." Kataku menghiburnya sekali lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
"Iya, Makasih ya, Pak... Semoga anaknya seneng punya mobil-mobilan baru" Jawabnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
Sambil berjalan menuju halte, sudah terbayang tingkah lucu anakku mengendarai mobi-mobilan ini.Tak sabar rasanya supaya cepat sampai di rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
Di dalam bus yang mengantarku pulang, terdengar pengamen menyanyikan lagu Iwan Fals :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;em&gt;Cepatlah besar matahariku&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;em&gt;Menangis yang keras janganlah ragu&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;em&gt;Tinjulah congkaknya dunia, buah hatiku&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;em&gt;Doa kami di nadimu&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;
Nak, ayah pulang. Ayah bawakan mobil-mobilan. Jangan ngejar-ngejar ayam tetangga lagi ya...&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-3719217798753744093?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/3719217798753744093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/02/mobil-mobilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3719217798753744093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3719217798753744093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/02/mobil-mobilan.html' title='Mobil-mobilan'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-7422935177012033392</id><published>2011-02-04T08:16:00.000-08:00</published><updated>2012-02-01T21:41:43.795-08:00</updated><title type='text'>Februari</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
Begitu anggun cara kupu-kupu itu menari dengan kedua sayapnya.&lt;br /&gt;
Dedaunan terpesona, bunga-bunga bermekaran menyaksikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Aku percaya pada&lt;i&gt; love at the first sight&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;
Itulah yang membawaku sampai kepadamu.&lt;br /&gt;
Dan tak akan ada yang bisa memisahkan kita" &lt;br /&gt;
Katamu waktu itu dengan manja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kupu-kupu terbang menghilang berganti hujan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Februari dilamun hujan&lt;br /&gt;
Aku dilamun sepi&lt;br /&gt;
Kau ada di mana kini?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-7422935177012033392?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/7422935177012033392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/02/februari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7422935177012033392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7422935177012033392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/02/februari.html' title='Februari'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-1981499012587405879</id><published>2011-01-30T00:41:00.000-08:00</published><updated>2011-01-30T00:41:08.136-08:00</updated><title type='text'>Salemba</title><content type='html'>Di tempat ini biasanya aku bermain bola basket bersama teman-teman&lt;br /&gt;
tapi sekarang telah berubah menjadi tempat parkir&lt;br /&gt;
Sepertinya masih terdengar suara bola basket yang memantul di lantainya&lt;br /&gt;
Sekolahku telah hilang. Tidak ada jejaknya sama sekali. Berganti menjadi universitas yang terlihat mewah seperti mall.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kususuri trotoar yang sering kulalui dulu bersama teman-teman&lt;br /&gt;
Pelan-pelan mencoba menyatukan pecahan-pecahan kenangan di sini&lt;br /&gt;
Putih abu-abu. Sungguh masa yang menyenangkan.&lt;br /&gt;
Saat itu aku jatuh cinta pada kakak kelasku.&lt;br /&gt;
Tukang mie ayam dan tukang gorengan menjadi saksi&amp;nbsp; cinta kami waktu itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari terasa sangat panas. Mungkin karena lebih banyak gedung daripada pepohonan di sini&lt;br /&gt;
"Berikan aku hujan." Pintaku kepada Tuhan.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terdengar merdu suara seruling&lt;br /&gt;
Seorang lelaki tua telihat sedang memainkannya diantara mobil-mobil yang berhenti di lampu merah&lt;br /&gt;
beberapa pengendara melambaikan tangan, beberapa lainnya memberikan koin berwarna perak dan emas dari balik kaca mobil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat lampu pengatur jalan berubah hijau, kulihat lelaki tua itu menghampiri seorang wanita tua yang sedang duduk di trotoar.&lt;br /&gt;
Menyerahkan
 keping-kepingan uang yang diterimanya tadi kepada perempuan itu, 
kemudian membetulkan payung yang dipakai istrinya untuk berlindung dari 
panas matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika lampu kembali merah, lelaki tua itu terlihat gagah berjalan diantara kendaraan yang berhenti di lampu merah.&lt;br /&gt;
Lalu terdengar kembali alunan merdu suara serulingnya.&lt;br /&gt;
Mungkinkah ini yang disebut cinta yang selamanya, seperti yang pernah dibicarakan oleh teman-temanku pencinta film korea?&lt;br /&gt;
Lalu kepada Tuhan kembali aku berseru,&lt;br /&gt;
"Tuhan aku nggak jadi minta hujan...&lt;br /&gt;
Aku minta seruling seperti kepunyaannya aja."&lt;br /&gt;
Dan hujan tidak jadi turun, matahari tidak lagi menyengat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara merdu suara seruling lelaki tua itu, terdengar nyanyian dari dua orang mahasiswa yang berjalan pulang, "&lt;em&gt;Ut Omnes unum sint&lt;/em&gt;, itulah amsal kita..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-1981499012587405879?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/1981499012587405879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/01/salemba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1981499012587405879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1981499012587405879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/01/salemba.html' title='Salemba'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-9116018024042711744</id><published>2011-01-14T17:03:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T17:54:22.979-08:00</updated><title type='text'>Mencari Masa Kecil</title><content type='html'>Seorang teman terlihat begitu senang saat bertemu denganku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ayo, temani aku." Ajaknya dengan penuh semangat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kemana?" tanyaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Mencari masa kecilku!" Jawabnya cepat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Masa kecil? Ada apa dengannya?" Tanyaku heran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Aku ingin memintanya mengembalikan kegembiraanku bermain hujan dulu." Katanya dengan mata berbinar-binar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-9116018024042711744?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/9116018024042711744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/01/mencari-masa-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/9116018024042711744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/9116018024042711744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/01/mencari-masa-kecil.html' title='Mencari Masa Kecil'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-4974477989085735685</id><published>2011-01-10T19:26:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T14:41:19.861-08:00</updated><title type='text'>Rapat Umum</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
Dengan semangat yang menyala-nyala, seorang pembicara menjabarkan segala penyebab berbagai penderitaan rakyat. Semua dijalaskan satu per satu, mulai dari Sabang sampai ke Merauke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari
 perilaku para wakil rakyat yang katanya memiliki lidah bercabang, 
sampai pada kebijakan tidak becus dari pemerintah yang hanya 
menguntungkan para tauke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kita harus bangkit melawan!" Teriaknya dengan berapi-api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba dari arah belakangnya terdengar interupsi. "Maaf, Pak, warungnya sudah mau tutup."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu
 satu-satunya pendengar di situ berdiri. "Saya teh manis satu sama 
pisang goreng dua." Katanya kepada ibu pemilik warung sambil mengeluarkan beberapa lembar&amp;nbsp; uang ribuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Saya
 kopi satu, sama rokok separoh," kata si pembicara yang tiba-tiba 
kehilangan semangatnya. "Besok ya, Mak... Sewa lagi sepi, nih..." Lanjut
 si pembicara dengan suara lemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warung ditutup, dan rapat umum pun berakhir&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-4974477989085735685?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/4974477989085735685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/01/rapat-umum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4974477989085735685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4974477989085735685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/01/rapat-umum.html' title='Rapat Umum'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-1426600102787377699</id><published>2011-01-06T12:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-24T09:06:34.504-08:00</updated><title type='text'>Januari</title><content type='html'>Hujan. Januari memang selalu datang membawa hujan. Rinainya melantunkan harmoni saat menyentuh dedaunan, tanah, dan atap rumah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk di beranda rumah, seorang lelaki tua menikmati kopi dan rokok kreteknya. Kabut kecil dari mulut dan kedua lubang hidungnya seperti membentuk lambaian tangan dari orang-orang yang dicintainya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pak, berhenti merokok, dong... Itu kan nggak bagus bagi kesehatan Bapak..." Begitu kata putrinya kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Iya, Nak, besok Bapak berhenti merokok. Ah, kau semakin mirip saja dengan ibumu..." Jawabnya lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menikmati hangatnya kopi, ia meresapi sisa-sisa kehangatan yang tertinggal saat merayakan tahun baru bersama anak-anak dan cucu-cucunya kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memeluk cucu baginya seperti mengembalikan masa mudanya. Masa-masa dimana ia bersama dengan istrinya tercinta, memanjakan anak-anaknya yang sekarang telah menjadi orang tua dari malaikat-malaikat mungil itu. Ia seperti mendapatkan kembali keceriaan anak-anaknya dulu di rumah masa kecil mereka. Sungguh dia tidak ingin kehilangan saat-saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sebagaimana kehidupan telah mengajarinya, di mana ada pertemuan selalu akan ada perpisahan, siang tadi, anak-anak dan cucu-cucu harus kembali pulang ke kota. Mereka memilik dunianya sendiri. Dan kota mempunyai kesibukannya sendiri. Ia mengantar mereka yang dicintainya sampai ke persimpangan jalan besar. Satu persatu mendapatkan pelukan yang hangat dan kuat darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dadaaa, Opunggg...!!!" Teriak cucu-cucunya sambil melambaikan tangan. Dibalasnya lambaian tangan para malaikat kecilnya dengan sepenuh senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kopi hangat sudah habis, begitu juga rokok kreteknya. Malam datang membawa sepi, ia masuk ke dalam rumah, memandang photo istrinya, lalu bernyanyi :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Na sonang do hita nadua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Saleleng ahu rap dohot ho&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Nang ro di na sari matua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sai tong ingotonhu do ho &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Januari memang sengaja datang membawa hujan untuk menemaninya bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hupeop sude denggan ni basam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Huboto tu ahu do roham&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Nang ro di na sari matua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sai tong ingotonhu do ho&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***Catatan : Terjemahan lagu Na sonang do hita nadua :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span data-jsid="text"&gt;Bahagianya kita berdua&lt;br /&gt;Selama aku ada bersama dirimu&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Hingga tiba pada masa tua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Yang kuingat hanyalah dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan semua keindahan cintamu&lt;br /&gt;Ku tahu hatimu hanya untukku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Hingga tiba pada masa tua&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Yang kuingat hanyalah dirimu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-1426600102787377699?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/1426600102787377699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/01/januari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1426600102787377699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1426600102787377699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/01/januari.html' title='Januari'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-7016075655595093611</id><published>2011-01-02T13:39:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T18:42:38.794-08:00</updated><title type='text'>Pada Langit Januari</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
Baru saja selesai ribuan kembang api berpesta di langit malam,&lt;br /&gt;
Sebuah pesan di ponselku berkata : "Happy new year! Miss you so much."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan
 sepi langit malam yang telah ditinggal pergi oleh eloknya keramaian 
kembang api, perlahan mulai membentuk garis-garis wajahmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika jantung ini berdetak tak menentu.&lt;br /&gt;
Ah, please... Jangan bawa aku kembali pada kesedihan masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serupa pedihkukah rindu yang kau rasakan?&lt;br /&gt;
Bertanya jantungku pada wajahmu di langit malam itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan garis-garis yang membentuk wajahmu memudar&lt;br /&gt;
Lalu langit Januari menurunkan embun serupa air mata yang mengalir membasahi pipi dedaunan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-7016075655595093611?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/7016075655595093611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/01/pada-langit-di-malam-tahun-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7016075655595093611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7016075655595093611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2011/01/pada-langit-di-malam-tahun-baru.html' title='Pada Langit Januari'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-3074327655773356598</id><published>2010-12-27T09:11:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T09:11:44.888-08:00</updated><title type='text'>Pohon Natal</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
Setelah sekian lama 
tiada berguna dan menjadi penghuni tetap di gudang yang pengap dan 
berdebu, pohon pisang pajangan dari plastik itu akhirnya memperoleh 
tempat terbaik di tengah-tengah ruang keluarga. Bak ratu sejagat dengan 
selendangnya, pohon pisang itu tersenyum manis diselendangi rangkaian 
lampu natal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Cantik pohon natalmu. Kontekstual!" Puji seorang sahabat yang membantu menyulap pohon pisang pajangan itu menjadi pohon natal.&lt;br /&gt;
"Apa itu kontekstual?" Tanya si pemilik pohon Natal&lt;br /&gt;
"Mana aku tahu. Teman satu kostku sering mengucapkan kata itu. Dia mahasiswa teologi. Pasti maknanya bagus"&lt;br /&gt;
"Oh... Gitu ya... Mungkin maksudnya keren?"&lt;br /&gt;
"Mungkin..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Padahal, tadinya, pohon pisang pajangan ini sudah mau aku tukar dengan abu gosok, lho..." Kata si pemilik pohon natal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Coba nyalakan lampunya!" Pinta sang sahabat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lampu
 natal dinyalakan. Lalu rangkaian lampu natal berkerlap-kerlip dengan 
gembira, secara silih berganti mengucapkan selamat natal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Wah... Kontekstual banget...!" Kata sang sahabat dengan decak kagum&lt;br /&gt;
"Keren banget maksudmu?"&lt;br /&gt;
"Iya... Maksudku begitu!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua sahabat itu saling berpandangan, tersenyum, lalu saling mengucapkan selamat Natal.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-3074327655773356598?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/3074327655773356598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/12/pohon-natal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3074327655773356598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3074327655773356598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/12/pohon-natal.html' title='Pohon Natal'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-3698050073045090548</id><published>2010-12-21T21:37:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T00:45:56.635-08:00</updated><title type='text'>Televisi Ibu</title><content type='html'>Di rumah kontrakan yang ruang keluarga, kamar dan dapurnya menjadi satu,&lt;br /&gt;
seorang ibu sedang asyik menonton televisi.&lt;br /&gt;
Hiburan terbaik satu-satunya yang dimilikinya,&lt;br /&gt;
setelah seharian bergelut dengan busa sabun dan pakaian-pakaian kotor milik tetangganya.&lt;br /&gt;
Pekerjaan yang menjadi tumpuan hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat televisi kesayangannya menayangkan iklan,&lt;br /&gt;
ia menghampiri puterinya yang sedang bermain sendiri dengan boneka kertas bergambar puteri raja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Nak, nanti kalau sudah besar mau jadi apa?" Tanya ibunya&lt;br /&gt;
"Aku mau jadi tivi aja, bu" Jawab putrinya menatap mata ibunya &lt;br /&gt;
Tersenyum geli ia mendengar jawaban putrinya, "Kok, jadi tivi sih, nak?"&lt;br /&gt;
"Iya, Bu. Biar aku bisa selalu dekat di mata ibu." Jawab putrinya lagi dengan manja sambil meletakkan kepalanya ke pangkuan ibunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut mendengar jawaban putrinya, dibelainya rambut putrinya dengan lembut.&lt;br /&gt;
Menit demi menit berlalu tanpa ada suara kecuali suara televisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tapi ibu nggak pernah membelai tivi seperti ibu membelai kamu, lho..." Goda ibunya. "Masih mau jadi tivi?"&lt;br /&gt;
Tidak ada jawaban.&lt;br /&gt;
Dipeluknya buah hatinya, lalu dipindahkan puteri tercintanya&lt;br /&gt;
ke matras tipis yang menjadi tempat tidur mereka.&lt;br /&gt;
Dimatikannya televisi, lalu menemani putrinya tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-3698050073045090548?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/3698050073045090548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/12/televisi-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3698050073045090548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3698050073045090548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/12/televisi-ibu.html' title='Televisi Ibu'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-9131754480855243020</id><published>2010-12-17T10:20:00.000-08:00</published><updated>2011-12-29T23:19:36.618-08:00</updated><title type='text'>Pangkalan Ojek Sayang Istri</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
PANGKALAN OJEK SAYANG ISTRI. Lucu sekali nama pangkalan ojek itu.&lt;br /&gt;
"Ojek, Bang...!" Kataku sambil melambaikan tangan.&lt;br /&gt;
Segera salah satu tukang ojek di barisan paling pinggir menyalakan motornya dan menghampiriku.&lt;br /&gt;
"Ke pasar gembrong, berapa?"&lt;br /&gt;
"20 ribu, pak"&lt;br /&gt;
"Mahal banget! 15 ribu aja ya?"&lt;br /&gt;
"17 deh, Pak..."&lt;br /&gt;
"15 aja deh..."&lt;br /&gt;
"Ayo, deh, naik..."&lt;br /&gt;
Sepakat dengan harga, akhirnya aku jadi menggunakan jasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Nama pangkalan ojeknya lucu ya, Bang"&lt;br /&gt;
"Hahaha... Iya, Pak. Si Kardi yang ngasih nama. Dia kepala ojek di situ. Saya wakilnya"&lt;br /&gt;
Wah, ada juga jabatan kepala ojek dan wakilnya. kayak di kantor aja. Kataku dalam hati.&lt;br /&gt;
"Dia sayang banget sama istrinya ya?"&lt;br /&gt;
"halah... Boro-boro... dia mah paling galak sama istri. Kadang-kadang dia mau bentak-bentak istrinya di depan orang."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba motor oleng. "Kenapa Bang?" tanyaku kuatir.&lt;br /&gt;
"Sialan! Kena paku!" Jawabnya dengan nada dongkol&lt;br /&gt;
Kami berdua turun dari motor. Dia memeriksa roda belakang motornya.&lt;br /&gt;
"Bener kena paku. Apes dah. Maaf ya, Pak, harus tambel dulu, nih... Mau cari ojek lain, Pak?" Tanyanya dengan wajah memelas.&lt;br /&gt;
"Nggak. Saya ga buru-buru." Jawabku tak tega melihat wajahnya.&lt;br /&gt;
Beruntung tak jauh dari situ ada tukang tambal ban. Sudah ada 3 motor yang mengantri untuk ditambal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menunggu bannya ditambal, aku mengajaknya ngobrol lagi tentang pangkalan ojek mereka.&lt;br /&gt;
"Ada berapa orang yang ngojek di sana, Bang?"&lt;br /&gt;
"Ada 6 orang"&lt;br /&gt;
"Ga banyak ya. Kenapa teman abang tadi sering bentak-bentak istri di depan orang?"&lt;br /&gt;
"Wah,
 namanya juga tukang mabok, Pak... kalau sewa lagi sepi, darah tingginya kumat. Tapi kalau sewa lagi rame, malemnya dia 
pasti mabok atau main judi. Nah, kalau istrinya nyamperin ke tempat judi
 atau ke pangkalan, pasti deh kena semprot. Saya kasihan ngelihat 
istrinya itu"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sebenernya yang paling sayang sama istri cuma si Nardi. Dia tuh, Kadang-kadang ga makan siang.&lt;br /&gt;
Kalo makan juga paling cuma sama kerupuk atau tempe doang. Ngojek dari subuh sampe jam 10 malem.&lt;br /&gt;
Supaya bisa bawa pulang uang banyak untuk istrnya katanya. Makanya dia kurus kering gitu kayak orang kena TBC.&lt;br /&gt;
Tapi istrinya gembrot banget, kayak gentong. Sering mintain duit ke pangkalan. Saya mah ogah, punya istri kayak gitu.&lt;br /&gt;
Si Nardi itu ga pernah jajan. Ngopi sama rokok juga mintanya sama kita-kita.&lt;br /&gt;
Makanya temen-temen di pangkalan agak sebel sama dia." Lanjutnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Oh, gitu ya. Abang udah nikah juga?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Udah. Istri saya di kampung sama anak-anak. Ga kuat saya kalo bawa istri sama anak-anak ke Jakarta. Biayanya tinggi!&lt;br /&gt;
Saya 6 bulan sekali pulang kampung. Di sini ngontrak bareng sama temen-temen, patungan"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Abang sayang banget sama istri Abang ya?" tanyaku sedikit bercanda&lt;br /&gt;
"Hahaha...
 Ga tau, ya... Kayaknya ga ada sayang-sayangan lagi deh." Jawabnya 
sambil mengaruk kepalanya. "Sekarang mah saya ngojek gini cuma mikirin 
anak-anak aja. Ga tau ya, apa saya sayang sama istri saya. Ga kepikiran 
lagi yang kayak gitu."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bapak udah nikah? Dia balik bertanya.&lt;br /&gt;
"Sudah."
 jawabku. Segera saja wajah istriku tergambar jelas dalam benakku. Sudah
 hampir satu tahun aku tak mendengar kabarnya sejak dia memutuskan untuk
 menjadi TKI di timur tengah.&lt;br /&gt;
Besok hari ulang tahun pernikahan kami. Biasanya kami merayakannya di warung pecel lele dekat pasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ayo, Pak, lanjut lagi. Udah beres nih, bannya." Kata tukang ojek membuyarkan lamunanku.&lt;br /&gt;
Sepanjang
 perjalanan dia bercerita terus tentang pangkalan ojek "sayang istri" 
dan teman-temannya. Tapi aku sudah tak konsentrasi lagi mendengar 
ceritanya. Pikiranku hanya tertuju pada wajah cantik istriku yang berada
 jauh di sana, yang tetap bekerja melayani majikannya, bahkan di hari 
ulang tahun pernikahan kami, besok.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-9131754480855243020?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/9131754480855243020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/12/pangkalan-ojek-sayang-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/9131754480855243020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/9131754480855243020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/12/pangkalan-ojek-sayang-istri.html' title='Pangkalan Ojek Sayang Istri'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-7480920672617598438</id><published>2010-12-12T11:11:00.000-08:00</published><updated>2010-12-20T23:32:56.725-08:00</updated><title type='text'>Lampu Natal</title><content type='html'>Malam semakin larut.&lt;br /&gt;
Lelaki itu mematikan lampu ruangan keluarga.&lt;br /&gt;
lampu natal di pohon terang dibiarkannya tetap menyala.&lt;br /&gt;
Lalu duduk bersandar memandangi kecantikan pohon natal dengan kerlap-kerlipnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerlip lampu natal membawanya kembali ke masa lalu&lt;br /&gt;
saat puteranya berumur 1 sampai 2 tahun.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Ia sering mencium hidung puteranya,&lt;br /&gt;
terutama ketika sedang menangis.&lt;br /&gt;
Semakin keras tangisannya,&lt;br /&gt;
semakin banyak hidungnya menerima ciuman.&lt;br /&gt;
Tentu saja istrinya sering marah demi membela hidung anaknya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kerlip lampu natal membawanya ke masa yang lain.&lt;br /&gt;
Masa di mana puteranya beranjak remaja.&lt;br /&gt;
Ia mulai sering merasakan kehilangan waktu-waktu bersama puteranya&lt;br /&gt;
Waktu-waktu mancing bersama, mengunjungi toko buku,&lt;br /&gt;
membicarakan tim sepak bola favorit mereka,&lt;br /&gt;
dan merangkai pohon natal ketika Desember tiba. Selalu putranya tercinta yang memasang hiasan bintang di puncak pohon natal.&lt;br /&gt;
Perlahan ia menyadari, bahwa putranya bukan lagi semata-mata miliknya&lt;br /&gt;
tapi juga menjadi milik teman-temannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Aku telah gagal menjadi seorang ayah." katanya dalam hati&lt;br /&gt;
Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
Seminggu kemarin, ia harus memasukkan puteranya&lt;br /&gt;
ke pusat rehabilitasi ketergantungan obat&lt;br /&gt;
Tak pernah menyangka bahwa puteranya tercinta telah begitu lama&lt;br /&gt;
berjalan sendiri menuju petaka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenggelam dalam sesal, seorang wanita telah berada tepat disampingnya.&lt;br /&gt;
Merapatkan tubuh dan menggenggam tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Aku tahu apa yang kau pikirkan" Ucapnya pelan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berusaha tersenyum memandang istrinya, ia menjawab,&lt;br /&gt;
"Aku tidak sedang memikirkan sesuatu,&lt;br /&gt;
hanya menikmati warna-warni cahaya lampu natal.&lt;br /&gt;
Tak terasa sebentar lagi natal ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lelaki itu berusaha menyembunyikan kegelisahannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sayang, aku ini isterimu, 20 tahun aku selalu ada bersamamu.&lt;br /&gt;
Aku mengenali semua kegelisahanmu..."&lt;br /&gt;
Kata perempuan itu sambil mengusap lembut kepala suaminya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak tahan menahan kepedihannya,&lt;br /&gt;
lelaki itu masuk kedalam pelukan isterinya,&lt;br /&gt;
menangis sesegukkan seperti seorang bayi di dada ibunya.&lt;br /&gt;
"Aku telah membelikan jaket kesukaannya sebagai hadiah natal..." Katanya terbata-bata&lt;br /&gt;
Menemaninya menangis, perempuan itu membelai lembut kepala suaminya.&lt;br /&gt;
"Maafkan aku, Pa..." Bisiknya lirih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sebelah rumah terdengar lembut suara nyanyian natal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O holy night the stars are brightly shining&lt;br /&gt;
It is the night of our dear Savior's birth&lt;br /&gt;
Long lay the world in sin and error pining&lt;br /&gt;
Till He appeared and the soul felt its worth&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A thrill of hope, the weary world rejoices&lt;br /&gt;
For yonder breaks a new glorious morn&lt;br /&gt;
Fall on your knees&lt;br /&gt;
O hear the angels' voices&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O night divine&lt;br /&gt;
O night when Christ was born&lt;br /&gt;
O night divine, O night&lt;br /&gt;
O night divine&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan malam berjalan sangat pelan.Teramat pelan.&lt;br /&gt;
Kerlap kerlip lampu natal dengan setia menemani malam hening mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-7480920672617598438?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/7480920672617598438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/12/lampu-natal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7480920672617598438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7480920672617598438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/12/lampu-natal.html' title='Lampu Natal'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-8980419659017199853</id><published>2010-12-08T09:40:00.000-08:00</published><updated>2011-11-03T14:34:21.400-07:00</updated><title type='text'>Bukan Penyair</title><content type='html'>Penyair?&lt;br /&gt;
Bukan! Saya bukan penyair!&lt;br /&gt;
saya hanya membuat cerita jadi puisi&lt;br /&gt;
dan membuat puisi jadi cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bingung?&lt;br /&gt;
Apalagi saya,&lt;br /&gt;
saya kan bukan penyair!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-8980419659017199853?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/8980419659017199853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/12/bukan-penyair.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8980419659017199853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8980419659017199853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/12/bukan-penyair.html' title='Bukan Penyair'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-7100461131750699174</id><published>2010-11-30T09:16:00.000-08:00</published><updated>2010-12-14T11:38:38.793-08:00</updated><title type='text'>Televisi</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
Minggu sore, aku diajak  mampir ke kontrakan seorang kawan. &lt;br /&gt;
Ngobrol ngalor-ngidul sambil minum kopi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sepi  ya, ga ada tv. Ga bisa nonton bola dan film." Ia berhenti sebentar dan menghirup kopinya.&lt;br /&gt;
"Sebenarnya minggu lalu uangku sudah  cukup uang untuk beli tv, &lt;br /&gt;
tapi dapet kabar dari kampung, keponakanku  jatuh sakit. Jadi uang untuk beli tv aku kirim ke kampung." Lanjutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, lebih baik tak punya televisi daripada tak punya hati. Kataku dalam hati.&lt;br /&gt;
"Sekarang bagaimana keadaan keponakanmu?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sudah
 sehat. Kemarin dapet kabar lagi dari kampung, katanya dia minta 
dibelikan televisi." Jawab temanku sambil mengaruk-garuk kepalanya.&lt;br /&gt;
﻿&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-7100461131750699174?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/7100461131750699174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/11/televisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7100461131750699174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7100461131750699174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/11/televisi.html' title='Televisi'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-6985790725228116654</id><published>2010-11-06T22:01:00.000-07:00</published><updated>2012-01-26T09:46:53.837-08:00</updated><title type='text'>Di Jalan Pulang</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Di jalan pulang, kulihat seorang nenek dalam kebaya lusuh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;



&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Berjongkok di tiang lampu merah, menatap sepi pada keramaian&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;




&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Membuka tangannya, berharap belas kasihan para pengendara yang lewat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;






&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;






&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Seketika pandanganku menjadi buram oleh titik-titik air.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;






&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Bertanya dalam hati, kemana gerangan anak-anaknya tercinta?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;






&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;






&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Kurogoh sakuku, memberi apa yang diinginkannya&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;






Tapi entah kenapa, rintik air di mataku tak juga mau berhenti &amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;






&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;br /&gt;Setiba di rumah, kucium pipi i&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;buku yang juga mulai keriput.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;






&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;Dalam heran ia tersenyum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;






&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;Makin cantik kulihat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Lalu&amp;nbsp;kucium&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&amp;nbsp;pipinya sekali lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-6985790725228116654?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/6985790725228116654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/11/di-jalan-pulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6985790725228116654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6985790725228116654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/11/di-jalan-pulang.html' title='Di Jalan Pulang'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-2989266038429057921</id><published>2010-11-03T00:55:00.000-07:00</published><updated>2012-01-26T09:46:33.826-08:00</updated><title type='text'>Suatu Pagi di Mentawai</title><content type='html'>Mentari pagi, katakan padaku,&lt;br /&gt;
kemana ombak membawa membawa ibuku pergi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-2989266038429057921?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/2989266038429057921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/11/suatu-pagi-di-mentawai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2989266038429057921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2989266038429057921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/11/suatu-pagi-di-mentawai.html' title='Suatu Pagi di Mentawai'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-7845142704548348483</id><published>2010-10-22T08:32:00.000-07:00</published><updated>2012-01-26T09:45:46.512-08:00</updated><title type='text'>Kenangan Masa Kecil</title><content type='html'>&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;


&lt;span class="UIIntentionalStory_Names" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;name&amp;quot;}"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Kenangan masa kecil seperti senja cantik dengan senyuman manis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;


&lt;span class="UIStory_Message"&gt;yang berlari-lari kecil menyambut malam. &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;


&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TMGtpSE8sLI/AAAAAAAAAD4/mFdyIjrBmvA/s1600/david.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TMGtpSE8sLI/AAAAAAAAAD4/mFdyIjrBmvA/s320/david.jpg" width="258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;


&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-7845142704548348483?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/7845142704548348483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/10/masa-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7845142704548348483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7845142704548348483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/10/masa-kecil.html' title='Kenangan Masa Kecil'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TMGtpSE8sLI/AAAAAAAAAD4/mFdyIjrBmvA/s72-c/david.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-7148969139033093894</id><published>2010-10-06T23:19:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T17:41:32.513-07:00</updated><title type='text'>Oktober</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tak lagi kunanti pelangi.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kuwarnai saja hujan!&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TLQP6_gy3qI/AAAAAAAAADo/6ttFBKG9anc/s1600/nhacvietplus_rain.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TLQP6_gy3qI/AAAAAAAAADo/6ttFBKG9anc/s320/nhacvietplus_rain.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-7148969139033093894?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/7148969139033093894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/10/oktober.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7148969139033093894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7148969139033093894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/10/oktober.html' title='Oktober'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TLQP6_gy3qI/AAAAAAAAADo/6ttFBKG9anc/s72-c/nhacvietplus_rain.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-2851235566595655673</id><published>2010-09-13T07:34:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T12:40:42.644-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Autumn</title><content type='html'>Sepi berada di sini. Pepohonan ini seakan sedang bersedih melepaskan  daun-daunnya. Ah, aku tak suka suasana sepi sedih seperti ini.&lt;br /&gt;
Setiap  menit selalu kupalingkan pandangan ke arah ujung jalan, berharap  mendapati sosok indah dirimu berjalan dengan senyuman sambil melambaikan  tangan ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hembusan sejuk angin kotamu bagaikan  suatu keramahan yang menghibur aku setiap kali tak kudapati sosok dirimu  di ujung jalan, kecuali hanya hamparan dedaunan kuning kemerahan yang  berguguran di sepanjang jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, aku mengenali hembusan  lembut angin ini. Ia juga yang selalu bermain-main riang dengan indah  rambutmu dan membawa keharumannya sampai memenuhi jantungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Aku  tahu cinta ini akan selamanya," ucapmu waktu itu dengan pipi yang  merona kemerahan. Aku mengangguk dipenuhi kebahagiaan, walaupun tak tahu  seperti apa rupa cinta yang selamanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kamu pasti tak mengerti," katamu sambil tertawa mengodaku.&lt;br /&gt;
"Laki-laki tidak akan pernah mengerti arti kata cinta."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya tersenyum dan kemudian mencium keningmu. "Apakah cinta harus dimengerti?" aku balas menggodamu. Kau hanya menggelengkan kepala, kemudian memelukku dengan erat dan berkata, "Aku bersyukur ada kamu dalam hidupku."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepi  berada di sini. Kucoba mereka rupa cinta yang selamanya itu sambil  mengingat kembali segala tentang dirimu. Indah matamu, manis senyummu  dan harum rambutmu. Lalu sehelai daun menyentuh bahuku dengan lembut,  sebelum akhirnya ia terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa aku  menjadi sangat takut. Apakah nanti waktu bisa membuat orang akan  melepaskan cintanya, seperti pepohonan ini yang melepaskan daun-daunnya  dan membiarkannya mengering? Apakah cinta yang selamanya itu benar-benar  ada?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepi berada di sini. Terngiang kembali ucapan indahmu dulu, "aku tahu cinta ini akan selamanya."&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TI42GDySM9I/AAAAAAAAADQ/viYzr4Mm8Ck/s1600/autumn-foliage102.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TI42GDySM9I/AAAAAAAAADQ/viYzr4Mm8Ck/s320/autumn-foliage102.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Di taman ini tak ada suara lain yang terdengar, kecuali suara detak jantungku yang selalu hanya menyebut namamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-2851235566595655673?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/2851235566595655673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/09/autumn.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2851235566595655673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2851235566595655673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/09/autumn.html' title='Autumn'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TI42GDySM9I/AAAAAAAAADQ/viYzr4Mm8Ck/s72-c/autumn-foliage102.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-2004626551694642574</id><published>2010-06-09T21:04:00.000-07:00</published><updated>2012-01-26T09:48:25.392-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Dua Belas Tahun Sudah</title><content type='html'>"Seperti biasa, dia selalu mencium tanganku apabila pamit meninggalkan  rumah. Juga pada hari itu. Lucu sekali anakku itu, waktu kecil, sepuluh  bulan sudah bisa melangkahkan kaki. Matanya bagus... Matanya bisa  tersenyum," ucapnya pelan. Aku melihat rindu mulai menggenang di sudut  matanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dua belas tahun bukan waktu yang sebentar bagi seorang ibu untuk  menantikan anaknya pulang, bukan?" katanya kepadaku dengan bibir bergetar.  Aku terdiam, tak tahu harus berkata apa. Dibelainya bingkai foto yang berisi wajah  anaknya dengan lembut, dan dipeluknya gambar itu  seperti sedang memberikan kehangatan pada anak bayi yang lucu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat genangan rindu di pelupuk matanya telah berubah menjadi  telaga. Lalu aliran air matanya melanjutkan cerita yang tak bisa  diselesaikan oleh kata-kata.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Letih bercerita, perempuan itu pun tertidur sambil mendekap foto  anaknya. Di luar hujan turun dengan lirih, seakan tidak ingin mengganggu  tidur seorang ibu yang sedang merindukan anaknya. Terlihat sedikit  senyum di sudut bibir perempuan itu. Mungkin ia bermimpi bertemu dengan  anaknya yang sekian lama tak kembali. Bercanda bahagia. Berdua. Ibu dan  anaknya tercinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-2004626551694642574?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/2004626551694642574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/06/dua-belas-tahun-sudah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2004626551694642574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2004626551694642574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/06/dua-belas-tahun-sudah.html' title='Dua Belas Tahun Sudah'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-8828192796913325000</id><published>2010-04-22T23:23:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T15:58:54.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Boleh Aku Memanggilmu dengan Kata Sayang?</title><content type='html'>Semoga kita selalu dalam perlindungan Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hai, Pemuda yang baik. Apa kabar? Mungkin kamu terkejut menerima surat  ini. Iya, ini aku, putrinya Yefta. Aku mengumpulkan seluruh keberanianku  untuk bisa menulis surat yang sekarang ini ada di tanganmu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang juga kamu ketahui, hidupku tidak akan lama lagi. Semakin  dekat akhir hidupku, semakin aku merasakan ketakutan dan kesedihan yang  teramat sangat. Sering aku tak percaya bahwa hal ini akan terjadi  kepada diriku. Setiap hari aku berharap semoga semuanya ini hanya mimpi  belaka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama hampir dua bulan di pegunungan ini, sahabat-sahabatku mencoba  untuk menghiburku dengan berbagai cara. Mereka bernyanyi, memainkan  rebana dan menari, juga menceritakan banyak hal-hal yang lucu untuk bisa  membuat aku tertawa. Tapi setiap aku melihat ke dalam mata mereka,  terlihat jelas pandangan iba mereka terhadapku. Mereka berusaha untuk  menyembunyikannya di balik senyum mereka. Tapi aku tetap dapat melihat  dan merasakan bahwa mereka jatuh kasihan kepadaku. Ya, mungkin karena  mereka sangat menyanyangiku. Sungguh beruntung aku memiliki  sahabat-sahabat seperti mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari semua yang mereka lakukan untukku dan dari semua yang mereka  ceritakan kepadaku, yang paling aku sukai adalah ketika mereka bercerita tentang kamu.  Aku senang mendengar cerita tentang kamu dan segala hal tentang dirimu.  Sering aku meminta mereka untuk menceritakannya kembali. Ada suatu  perasaan yang sangat aneh tapi begitu menyenangkan kalau aku mendengar  cerita tentang kamu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku teringat kembali ketika pertama kali aku bertemu kamu. Kamu begitu  sopan, memiliki tatapan mata yang lembut dan senyum yang sangat ramah.  Aku sungguh menyukainya. Itu semua membuat aku sering berharap supaya   setiap hari bisa bertemu denganmu. Apakah waktu itu kamu juga memiliki  perasaan yang sama seperti apa yang aku rasakan...? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika salah seorang temanku meyampaikan salam darimu untukku,  Sungguh aku merasakan kesenangan yang luar biasa, sesuatu perasaan dan  gairah aneh yang tidak pernah kurasakan namun sungguh sangat menyukakan  hatiku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu tahu...? Sejak saat itu aku mulai sering berhayal seandainya  engkau adalah kekasihku. Sungguh sangat menyenangkan menjadi kekasih  dari seorang yang baik dan tampan seperti kamu. Setiap pulang berlatih  rebana aku memilih jalan pulang yang melewati rumahmu, walaupun  sebenarnya itu lebih jauh untuk sampai ke rumahku. Atau aku pura-pura  tertinggal sesuatu di tempat latihan, supaya bisa sekali lagi melewati  rumahmu. berharap bisa melihat kamu dan mendengar suaramu memanggil  namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa aku menceritakan semua ini kepadamu. Mungkin karena hidupku  tidak akan lama lagi. Rasanya ingin memiliki seorang kekasih sebelum  hidupku ini berakhir. Walaupun aku nantinya akan dikenang sebagai gadis  yang tidak pernah "kenal" laki-laki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ya... Boleh aku memanggilmu dengan sebutan Sayang...? Boleh ya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir dari kehidupan adalah misteri bagi setiap orang. Mereka tidak tahu  kapan dan bagaimana hidupnya akan berakhir. Tapi itu tidak berlaku  bagiku. Aku tahu kapan hidupku akan berakhir, dan bagaimana hidupku akan  berakhir. Bagiku ini terasa sangat menyedihkan sekaligus menakutkan.  Aku tidak tahu harus mengatakan apa tentang hal ini. Aku juga tak tahu  apakah aku harus membenci ayahku yang menyebabkan aku harus mengalami  hal ini, padahal aku sangat menyanyanginya. Atau mungkin Tuhan sangat  menyanyangiku hingga ia ingin aku segera tinggal di dalam rumahnya. Tapi  yang jelas aku sangat takut menghadapi ini semua. Jantungku sering  berdebar kencang dan perutku sering terasa mual karenanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdoalah untukku supaya aku diberi kekuatan untuk menghadapi ini semua.  Sungguh akhir-akhir ini aku ingin kamu ada di sini untuk menemaniku.  Menemaniku sebagai seorang kekasih yang memberikan pelukan perlindungan  yang hangat ketika rasa takut itu datang. Agar aku bisa membenamkan  wajahku di dadamu sampai aku dapat tertidur dengan tenang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah Allah yang memiliki hidup? Jika sekiranya Ia mengijinkan aku  hidup lebih lama lagi, aku ingin hanya dirimulah yang menemaniku di  seluruh masa hidupku. Tapi jika tidak, aku ingin wajahmu ada  dekat di  mataku supaya aku bisa membawa gambar wajahmu saat memasuki rumah Tuhan.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah dulu ya, sayang. Aku bersyukur mampu menuliskan surat ini  kepadamu. Sungguh suatu anugerah kalau aku ternyata bisa merasakan jatuh  cinta kepadamu di saat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NB : Aku titip ayah ya... Anggaplah dia sebagai orang tuamu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Yefta adalah orang Gilead yang memerintah sebagai hakim atas orang  Israel. Ketika Menjadi Panglima perang, ia bernazar kepada Tuhan, jika  ia memenangkan peperangan melawan Bani Amon, maka apa yang keluar dari  pintu rumahnya ketika ia pulang berperang akan diserahkan kepada Tuhan  sebagai korban bakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
** Ketika Yefta pulang ke rumahnya, putri tunggalnyanya keluar menyambut  dia dengan memukul rebana dan tarian. (Hakim-Hakim 11 : 34)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*** Yefta melakukan apa yang dinazarkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-8828192796913325000?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/8828192796913325000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/04/boleh-aku-memanggilmu-dengan-sebutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8828192796913325000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8828192796913325000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2010/04/boleh-aku-memanggilmu-dengan-sebutan.html' title='Boleh Aku Memanggilmu dengan Kata Sayang?'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-47754271014455877</id><published>2009-12-02T08:54:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T16:34:52.519-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Selamanya Kamu</title><content type='html'>Mungkin sebaiknya aku melupakannya. Inilah jalan yang terbaik bagi kami 
berdua. Maria pasti lebih mencintai lelaki itu, hingga ia rela 
menyerahkan kesuciannya. Siapa gerangan lelaki sialan yang bisa merebut 
hati tunanganku itu? Sungguh beruntung ia mendapatkan cinta yang penuh 
dari tunanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak pernah aku menyangka bahwa impianku untuk 
hidup bersamanya akan berakhir seperti ini. Aku mencintainya dengan 
sepenuh jiwaku, bahkan melebihi diriku sendiri. Aku bersedia melakukan 
apa saja untuk menyenangkan hatinya. Sungguh, hanya dia yang kuinginkan 
dalam hidup ini. Perempuan yang akan menjadi ibu dari anak-anakku dan 
akan menemaniku menjalani hidup ini selamanya, tak akan pernah berpisah,
 sampai akhirnya maut nanti memisahkan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria, tunanganku 
itu, dia sungguh indah. Rambutnya, matanya, senyumnya, cara dia bertutur
 kata, cara dia berjalan, semuanya sungguh indah. Keseluruhan dirinya 
memang teramat indah. Aku percaya bahwa Tuhan menciptakan segala hal 
yang indah di bumi ini. Tapi aku yakin, bahwa ciptaanNya yang terindah 
di bumi ini adalah Maria, tunanganku. Di setiap pertemuan kami dia 
selalu berkata lembut kepadaku, " Yusuf, selamanya kamu dalam hatiku."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi
 makhluk indah itu ternyata bukan lagi milikku. Dia mencintai lelaki 
lain selain diriku. Seperti mau mati rasanya mengetahui semua ini. 
Ternyata begini rasanya sakit dikhianati. sakit sedihnya begitu terasa 
menyiksa. Seperti ada ribuan paku yang tertancap di jantungku. Entah 
mengapa hal buruk ini menimpa diriku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh menyakitkan jika 
teringat kembali pertemuan kami yang terakhir. Kami bersenda gurau dan 
membicarakan banyak hal-hal yang indah yang kami senangi. Setelah 
berbicara banyak hal termasuk pernikahan kami, Maria berkata dengan wajah
 yang sangat serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Yusuf, aku ingin bicara"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kan kita sudah bicara dari tadi" Sahutku bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sayang, aku serius..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Iya, sayang... Ngomong aja..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sayang, aku hamil..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ha ha ha... Ada-ada saja kamu..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Betul, sayang, aku hamil"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Maria, gurauanmu ini tidak lucu! Aku tidak pernah menyentuhmu...!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sayang,
 tolong dengarkan aku ya..." Lalu dia menggenggam tanganku. Ia 
menceritakan tentang kehamilannya dan peristiwa ajaib yang menyertai 
kehamilannya. Aku terkejut mendengarkan ceritanya. Terkejut karena ia 
menganggapku seperti anak kecil yang bisa dibohongi oleh dongeng-dongeng
 mengesankan tentang peristiwa-peristiwa ajaib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku diam 
mendengar ceritanya. Aku tidak percaya. Pasti ada lelaki lain dalam 
hidupnya. Semua ceritanya terdengar sangat memuakkan, seperti alasan 
bodoh yang di cari-cari untuk membela dirinya. Aku diam saja walaupun 
ada rasa sakit yang teramat sangat mendengar semua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Siapa lelaki itu?" Tanyaku setengah membentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tidak ada, Yusuf... Tidak ada... Hanya kamu seorang dalam hatiku."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba aku merasa jijik berada di dekatnya. Kuhempaskan genggaman tangannya. Dia menangis dan berusaha
 mengapai kembali tanganku. Aku membalikkan tubuhku dan pergi 
meninggalkannya. Terdengar lirih dia memanggilku, " Yusuf, selamanya 
kamu dalam hatiku..."  Ah...Kalimat indah itu terdengar sangat 
menyedihkan bagiku. Aku pura-pura tidak mendengarnya dan meneruskan 
langkahku menjauhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sebaiknya aku 
melupakan dia. Inilah jalan yang terbaik bagi kami berdua. Dia pasti 
hidup lebih bahagia dengan lelaki itu. Semoga mereka berbahagia sampai 
maut memisahkan mereka. Dan semoga aku bisa memulai kehidupan ini 
kembali tanpa dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cat : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ketika Yusuf 
mempertimbangkan untuk memutuskan pertunangannya dengan Maria, Malaikat 
Tuhan datang kepadanya melalui mimpi dan berkata bahwa anak dalam 
kandungan Maria adalah dari Roh Kudus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
**Yusuf dan Maria akhirnya menikah, dan memberikan nama Yesus bagi bayi mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-47754271014455877?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/47754271014455877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/12/selamanya-kamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/47754271014455877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/47754271014455877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/12/selamanya-kamu.html' title='Selamanya Kamu'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-3899837622267528548</id><published>2009-11-21T07:22:00.000-08:00</published><updated>2010-10-16T15:31:28.963-07:00</updated><title type='text'>Tanpa Dirimu</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
Semua berjalan seperti biasa, Sang Surya masih menampakan diri dari timur dan pergi beristirahat ke ufuk barat. Lalu senja datang membukakan pintu bagi sang malam, yang kemudian menaburi langit dengan ribuan bintang-bintang mungil nan elok yang mengerling menggemaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, Semua berjalan seperti biasa kecuali hidupku. Ada yang hilang dari diriku yaitu dirimu. Bidadari cantik yang biasanya menemani hari-hariku dengan belaian lembut penuh sayang dan kata-kata mesra penuh cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagai lumpuh tak berdaya menjalani hidup tanpa dirimu. Namun aku berusaha untuk tetap tenang. Sekuat tenaga menahan butiran air yang mengembun di kedua mataku. Mengusapnya dengan cepat, agar tidak jatuh mengalir ke pipiku, tempat yang sering kau sentuh dan kau cium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuhibur hatiku, berharap semoga sakit sepi ini hanya sementara. Berharap nanti akan terbiasa dan kuat menjalani hidup tanpa dirimu. Dan kuhabiskan waktu bermanja-manja dengan puisi, untuk sekedar melupakan kenangan indah bersama dirimu yang justru membuat hatiku makin sepi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya... Aku berusaha untuk tetap tenang. Mencoba menjalani hidup seperti sebelum adanya dirmu. Tapi entah mengapa, hingga kini, masih saja hatiku menggigil dalam sepi. Tanpa dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TLol7zqI2NI/AAAAAAAAAD0/mqZQavEu9Ms/s1600/tanpa+dirimu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TLol7zqI2NI/AAAAAAAAAD0/mqZQavEu9Ms/s320/tanpa+dirimu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-3899837622267528548?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/3899837622267528548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/11/semua-berjalan-seperti-biasa-sang-surya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3899837622267528548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3899837622267528548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/11/semua-berjalan-seperti-biasa-sang-surya.html' title='Tanpa Dirimu'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/TLol7zqI2NI/AAAAAAAAAD0/mqZQavEu9Ms/s72-c/tanpa+dirimu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-8894332963581835748</id><published>2009-11-16T08:20:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T09:44:19.641-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Les Photos de Papa</title><content type='html'>"Mon Pere est un professeur de Francois." Ujar kawanku sambil memandang foto ayahnya. Ucapannya membawa pikiranku melayang kembali kepada seorang lelaki mengagumkan yang biasa aku panggil Bapak. Bukan seorang guru atau orang terpelajar seperti ayah dari kawanku itu, melainkan hanyalah seorang nelayan di danau Toba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Paris yang kemilau dengan jutaan warna-warni cahaya lampu ini, aku merindukan indahnya kemilau cahaya bulan yang dengan segala kelembutan mencium wajah cantik danau toba di desa kami tercinta, Paropo. Desa indah di mana Bapak tanpa kenal lelah membesarkan dan mendidik kami anak-anaknya dengan segenap kekuatan yang di milikinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Nak, aku berharap kamu tetap di sini, karena kamu anak lelakiku satu-satunya. Tapi kalau kau ingin pergi untuk mengejar cita-citamu, pergilah... Tuhan akan menjaga engkau." Demikian Bapak berkata waktu aku memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bapak memelukku dengan sangat erat, seakan kami tak akan pernah bertemu kembali. Lalu aku pun pergi dengan meninggalkan kecemasan dan harapan yang tergambar jelas di mata orang tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku rindu berjumpa dengan Bapak, walaupun nanti hanya dapat kutemui di dalam bingkai kayu yang terpampang di dinding papan rumah kami. Di tepi danau toba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-8894332963581835748?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/8894332963581835748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/11/les-photos-de-papa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8894332963581835748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8894332963581835748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/11/les-photos-de-papa.html' title='Les Photos de Papa'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-8904947274332578927</id><published>2009-11-12T03:59:00.000-08:00</published><updated>2010-10-23T23:48:38.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Turun mesin puisiku</title><content type='html'>&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Turun mesin puisiku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Setelah sekian lama setia bersamaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Mungkin telah letih didera sang waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sekarang puisiku berada di bengkel puisi nomor satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Beristirahat untuk waktu seminggu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Agar kembali memiliki kekuatan baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Puisiku bukanlah puisi keluaran baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Telah berumur lebih dari Sewindu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kini hanya kuat menderu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tapi lemah melaju&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Puisi yang selalu menemaniku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Di jalan penuh debu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Aku datangi mekanik puisiku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Yang terlihat memiliki tampang lugu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tapi mungkin saja menipuku tanpa ragu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Mana aku tahu ...?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Mungkin saja ia memasangkan titik, koma dan tanda tanya palsu di puisiku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Atau mungkin juga suatu tanda seru palsu!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tak sabar lagi aku menunggu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kembali berada di dalam puisiku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Lalu melaju tanpa ragu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Menyusuri negeri-negeri baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline; font-size: 100%; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Di kerajaan buku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-8904947274332578927?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/8904947274332578927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/11/turun-mesin-puisiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8904947274332578927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8904947274332578927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/11/turun-mesin-puisiku.html' title='Turun mesin puisiku'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-5763401794602641313</id><published>2009-11-06T08:48:00.000-08:00</published><updated>2010-10-23T09:39:55.359-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Beautiful moments</title><content type='html'>&lt;i&gt;Dalam rindu, kuusap lembut indah namamu yang terukir manis di kalung grafis ini.&lt;br /&gt;
Seakan mampu menyentuh indah bibirmu dengan ujung jariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam rindu, kuramaikan hati ini dengan kenangan indah saat bersamamu&lt;br /&gt;
tentang malam-malam indah penuh bintang yang pernah kita lewati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam setiap rindu, kutersadar penuh takjub, bahwa saat-saat terindah dalam hidupku,&lt;br /&gt;
adalah saat berada dalam hangat cintamu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SvRS6EeakQI/AAAAAAAAADA/iIKM7U_4eeg/s1600-h/13559_1134242243215_1442091546_30334129_3038752_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SvRS6EeakQI/AAAAAAAAADA/iIKM7U_4eeg/s320/13559_1134242243215_1442091546_30334129_3038752_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-5763401794602641313?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/5763401794602641313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/11/beautiful-moment.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/5763401794602641313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/5763401794602641313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/11/beautiful-moment.html' title='Beautiful moments'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SvRS6EeakQI/AAAAAAAAADA/iIKM7U_4eeg/s72-c/13559_1134242243215_1442091546_30334129_3038752_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-8688430273021403411</id><published>2009-10-27T09:27:00.001-07:00</published><updated>2009-10-27T09:27:54.104-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Dik</title><content type='html'>Dik, kalau kau mau, jantung ini pun akan kuberikan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kerena aku bisa hidup tanpa jantung,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
asalkan bersama kamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-8688430273021403411?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/8688430273021403411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/dik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8688430273021403411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8688430273021403411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/dik.html' title='Dik'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-4047438057693531064</id><published>2009-10-27T09:26:00.001-07:00</published><updated>2010-10-16T10:12:21.970-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>I Love You More</title><content type='html'>Ganteng kali anakku ini, jas hitam yang dikenakannya sangat serasi dengan wajahnya yang putih bersih. Rambutnya yang hitam dan lebat tertata dengan sangat rapi. Pasti sudah banyak gadis yang terpikat kepadanya. Apalagi dia sangat sopan dan ramah kepada setiap orang, juga aktif dalam berbagai kegiatan-kegiatan sosial dan rohani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup lama aku merindukan kehadiran seorang anak. Sebelas tahun aku menantikannya. Istriku yang cantik berkali-kali mengalami keguguran dalam setiap kehamilannya. Dokter mengatakan bahwa kandungannya lemah, sehingga janin tidak dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, dia harus menjalani kuretase, pembersihan dinding rahim dengan kuret.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan rumah tangga tanpa si buah hati yang cukup lama memang terasa sangat menjemukan. Kami berusaha mengisi kekosongan itu dengan berwisata ke berbagai tempat atau dengan mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan sosial. Namun tetap saja ada yang terasa kurang ketika kami kembali ke rumah. Situasi seperti itu sering menimbulkan pertengkaran diantara kami berdua. Beberapa kerabat bahkan ada yang memberikan saran negatif, supaya aku menceraikan istriku. " Buat apa mempertahankan perempuan yang tidak bisa memberimu keturunan" Kata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang bagi kami Orang Batak, adalah sesuatu kekurangan yang sangat besar jika tidak memiliki anak laki-laki. Karena bagi kami anak laki-laki merupakan penyambung garis keturunan di keluarga. Tapi aku tidak mau menceraikan istriku. Aku sangat mencintainya. Perempuan yang selalu ada di sampingku dalam segala keadaan, bahkan di masa-masa yang sangat sulit dalam hidupku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya setelah penantian yang cukup lama, istriku hamil lagi. Kami sangat gembira karenanya, walaupun ada rasa takut di hati kami, seandainya terjadi masalah seperti kehamilan-kehamilannya sebelumnya. Dokter kandungan menyarankan agar istriku beristirahat total selama masa kehamilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syukur pada Tuhan, semuanya berjalan dengan baik. Saat proses persalinan aku menemani istriku. Ada rasa cemas, takut dan gugup ketika mendengar rintihan-rintihan dan erangan-erangannya selama proses melahirkan. Lalu ketika terdengar tangisan bayi kami, segera segala rintihan dan erangannya berubah menjadi tangis haru baginya, dan juga bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti harapan kami, kami di anugerahi bayi laki-laki. Sangat sehat. Dengan berat badan 3500 gram dan panjang 50 cm, ukuran yang cukup besar untuk bayi yang baru di lahirkan. Peristiwa luar biasa dalam hidupku. Proses kelahiran anakku yang juga merupakan proses kelahiranku menjadi seorang ayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami memberi nama Yusuf pada anak kami. "Penantianku untuk memiliki anak, sama seperti penantian Rahel yang melahirkan Yusuf bagi Yakub." Begitu kata istriku. Yusuf Hasiholan, demikian nama lengkapnya. Harapan kami, semoga Yusuf menjadi anak yang baik dan cerdas, yang kelak bisa menjadi salah satu pemimpin yang bijaksana di negeri ini, layaknya cerita Yusuf dalam Alkitab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat berbahagia karena telah menjadi seorang ayah yang memiliki anak yang rupawan seperti Yusuf. Aku mengajarinya bermain catur, badminton, memainkan gitar,berenang, bersepeda dan segala hal yang ku anggap perlu baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku teringat ketika ia mulai terampil mengendarai sepeda roda dua, kemana-mana ia selalu bersama sepedanya. sehingga ia sering lupa waktu untuk tidur siang, karena terlalu asyik bersepeda. Ia sangat bangga akan kemampuannya bersepeda. Pernah suatu sore, ia ingin memamerkan kemampuannya bersepeda padaku. " Papa, lihat Papa...!" Teriaknya. Ternyata ia sedang mengendarai sepedanya tanpa memegang stang kendali sepedanya. Tapi tak lama kemudian sepedanya oleng dan dia terjatuh dengan keras. Aku terkejut melihatnya. Tapi ia segera bangkit dari jatuhnya sambil tersenyum malu padaku untuk menyembunyikan rasa sakitnya, dan kembali melaju dengan sepedanya. Ha ha ha... Mantap, Anakku Yusuf Hasiholan. Calon pemimpin harus kuat dan tidak gampang menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sering ia menelepon ke kantorku untuk memberi tahu kalau ia mendapatkan nilai bagus di sekolahnya, atau menceritakan hal-hal yang dia rasa menarik untuk di ceritakan padaku. Di akhir pembicaraan biasanya dia akan menutup dengan ucapan " Sudah ya, Pa. I Love you, Papa..." Senang aku mendengarnya. Pasti di ajari mamanya. " I Love you, More..." Jawabku. Namun lambat laun, ketika ia bertambah besar ucapan "I love Papa," tidak lagi terdenar dari mulutnya. Ia hanya berkata, " Sudah dulu ya, Papa... Yusuf tutup teleponnya ya..." Aku mengerti. Mungkin sedang puber, jadi agak risih atau malu jika terdenga teman-temannya berkata I Love you, Papa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lulus SMA, Yusuf di terima di Sekolah Tinggi Calon Pemimpin Nasional. Betapa bangganya aku. Harapan kami sebagai orang tuanya agar ia kelak menjadi salah satu pemimpin di negeri ini akan segera menjadi kenyataan. Dan Yusuf akan tinggal di asrama kampusnya sampai studinya selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai ucapan rasa syukur pada Tuhan, Yusuf memberikan satu kesaksian pujian pada ibadah minggu di gereja. Dengan petikan gitarnya yang lembut ia menyanyikan pujian bagi Tuhan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Great is Thy faithfulness, o God, my Father&lt;br /&gt;
There is no shadow of turning with Thee&lt;br /&gt;
Thou changest not, Thy compassions they fail not&lt;br /&gt;
As Thou hast been Thou forever wilt be&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Great is Thy faithfulness, great is Thy faithfulness&lt;br /&gt;
Morning by morning new mercies I see&lt;br /&gt;
All I have needed Thy hand hath provided&lt;br /&gt;
Great is Thy faithfulness, Lord, unto me&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Summer and winter and spring time and harvest&lt;br /&gt;
Sun, moon and stars in their courses above&lt;br /&gt;
Join with all nature in manifold witness&lt;br /&gt;
To Thy great faithfulness, mercy and love&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pardon and sin and a peace that endureth&lt;br /&gt;
Thy own dear presence to cheer and to guide&lt;br /&gt;
Strength for today and bright hope for tomorrow&lt;br /&gt;
Blessings all mine, with ten thousand beside&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Great is Thy faithfulness, great is Thy faithfulness&lt;br /&gt;
Morning by morning new mercies I see&lt;br /&gt;
All I have needed Thy hand hath provided&lt;br /&gt;
Great is Thy faithfulness, Lord, unto me&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh suatu peristiwa yang sangat indah. Kami semua seakan diajak untuk menghitung kembali segala kebaikan Tuhan. Sampai akhirnya seluruh jemaat turut menaikkan pujian ini. Sungguh bangga aku memiliki anak seperti dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esok Harinya Ia berpamitan untuk berangkat ke kampusnya guna mengikuti masa orientasi perkuliahan. Ia memeluk dan mencium pipi mamanya, minta di doakan agar studinya berhasil. Kemudian ia memelukku dan berkata pelan " I love you, Papa..." Kata-kata yang sudah lama tidak aku dengar. Senang rasanya terdengar lagi. " Baik-baik kau ya, nak... Jangan lupa berdoa," Kataku. Ia mengangguk dan pergi meninggalkan kami berdua. Aku melihatnya sampai naik ke atas bus dan berkata dalam hati " I love you more, Yusuf Hasiholan..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ganteng kali anakku, Yusuf Hasiholan. Dengan mengenakan jas hitam yang sangat serasi dengan kulit wajahnya yang putih bersih. Rambutnya yang hitam lebat tertata dengan rapi. Tadi pagi, aku yang memakaikan jas itu ke tubuhnya, dan menyisirkan rambutnya agar dia makin terlihat tampan. Teringat kembali ketika aku bersama mamanya memakaikan bajunya ketika masih kecil. Lalu ia berdiri di muka cermin dan berkata sambil tersenyum dengan jenaka " Papa... Yusuf Ganteng kan, Papa..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada kepedihan yang menyakitkan ketika pagi ini aku memakaikan jas yang kini dikenakannya. Mamanya tak henti-hentinya membelai kepala anakku Yusuf dan memanggil-manggil namanya " Yusuf bangun, Sayang... Ini mama, Sayang..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak pernah menyangka bahwa anakku yusuf akan pulang dalam keadaan seperti ini. Anakku yang ganteng ini meninggal pada saat menjalani orientasi perkuliahan di kampusnya. Diduga ia mengalami penyiksaan oleh para seniornya. Entah kenapa di sekolah para calon pemimpin itu ada ritual kekerasan yang mengakibatkan kematian bagi anakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah saat terakhir aku melihat wajah anakku Yusuf. Anak yang ku tunggu selama sebelas tahun, anak penghiburan bagi kami, anak yang kami harapkan menjadi salah satu pemimpin di negeri ini, anak kebanggaan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbayang kembali tawa jenakanya. Lalu peti jenazah pun ditutup dan berkumandang lagu penghiburan, "Ndang mabiar ahu di si... Tuhan Jesus donganki... Sai ihutthononku Jesus, oloanku nama i..." Terngiang kembali ucapan Si Yusuf kecil, " I love you, Papa..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat jalan Anakku, Yusuf Hasiholan... I love you more.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SuQbxWGR79I/AAAAAAAAAAw/DVnCANNEEPU/s1600/8133_1118213802514_1442091546_30296913_773872_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SuQbxWGR79I/AAAAAAAAAAw/DVnCANNEEPU/s320/8133_1118213802514_1442091546_30296913_773872_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-4047438057693531064?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/4047438057693531064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/i-love-you-more.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4047438057693531064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4047438057693531064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/i-love-you-more.html' title='I Love You More'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SuQbxWGR79I/AAAAAAAAAAw/DVnCANNEEPU/s72-c/8133_1118213802514_1442091546_30296913_773872_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-8948944083556428993</id><published>2009-10-27T09:24:00.001-07:00</published><updated>2012-01-26T09:50:00.448-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Demi Tuhan, Aku Mencintaimu.</title><content type='html'>Pendar sinar bulan menari gemulai di atas permukaan laut&lt;br /&gt;
Menghiasi indahnya suasana malam kita yang semakin larut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Buatkan aku satu puisi..." Ucapmu lembut&lt;br /&gt;
Indah matamu meminta langsung ke hatiku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah kau menyadari? Dirimu adalah puisi paling indah dalam hidupku&lt;br /&gt;
Dalam irama, mantra, rima, larik dan bait hidup mempesona,&lt;br /&gt;
yang membuatku tak pernah berhenti mengagumi dirimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu di hadapan Sang bulan, kubisikan satu baris puisi di telingamu:&lt;br /&gt;
"Demi Tuhan, aku mencintaimu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-8948944083556428993?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/8948944083556428993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/demi-tuhan-aku-mencintaimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8948944083556428993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/8948944083556428993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/demi-tuhan-aku-mencintaimu.html' title='Demi Tuhan, Aku Mencintaimu.'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-7880289912184333342</id><published>2009-10-27T09:23:00.001-07:00</published><updated>2012-02-05T02:21:23.552-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Tuan Ringo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ewl5yKdtnEw/Tt-3Ixhs0wI/AAAAAAAAAFU/Yr_rLdlawjs/s1600/Cover+Tuan+Ringo.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-ewl5yKdtnEw/Tt-3Ixhs0wI/AAAAAAAAAFU/Yr_rLdlawjs/s1600/Cover+Tuan+Ringo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="fbPhotoCaptionText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fbPhotoCaptionText"&gt;DARI PENERBIT&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Keluarga. Apa 
yang terbayang di benak Anda ketika mendengar kata tersebut? Wajah 
orang-orang tercinta yang selalu setia memberikan pelukan hangat? 
Ataukah wajah dari orang-orang yang sering membuat Anda kecewa dan 
terluka?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Apakah kata keluarga hanyalah satu kata dari rangkaian
 huruf yang terlalu sering kita baca hingga berlalu begitu saja? Atau 
kata itu adalah satu kata yang begitu sangat berarti dalam kehidupan 
kita?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku kumpulan cerpen karya Fidelis R. Situmorang yang 
sekarang berada di tangan Anda ini berisi cerita-cerita yang akan 
membawa kita ke dalam kisah-kisah penuh makna yang di dalamnya berisi 
kerinduan, cinta, harapan, pengorbanan dan juga tragedi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 
Selesai membaca buku ini, kita pasti tidak sabar untuk segera memberikan
 pelukan paling hangat yang kita punya untuk orang-orang yang kita 
cintai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebuah buku yang patut anda miliki dan baca bersama dengan keluarga tercinta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Judul : Tuan Ringo, &lt;br /&gt; Pengarang : Fidelis R. Situmorang, &lt;br /&gt; Penerbit : Sinar David, Jakarta. ( X + 84 halaman)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fbPhotoCaptionText"&gt;ISBN : 978-602-98618-1-5&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bagi teman-teman yang berminat memiliki buku ini, bisa mendapatkannya di TB. Gramedia dan toko-toko buku kesayangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-7880289912184333342?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/7880289912184333342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/tuan-ringo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7880289912184333342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7880289912184333342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/tuan-ringo.html' title='Tuan Ringo'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ewl5yKdtnEw/Tt-3Ixhs0wI/AAAAAAAAAFU/Yr_rLdlawjs/s72-c/Cover+Tuan+Ringo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-9018704209029170921</id><published>2009-10-27T09:22:00.001-07:00</published><updated>2010-10-31T19:58:22.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Satu</title><content type='html'>Satu dalam hatiku, tumbuh indah selalu&lt;br /&gt;
Segala rindu tentang dirimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu dalam dirimu, kukagumi selalu&lt;br /&gt;
Hati yang setia tanpa ragu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tak pernah kuragu, bahagia hidup bersamamu&lt;br /&gt;
Di setiap waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-9018704209029170921?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/9018704209029170921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/9018704209029170921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/9018704209029170921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/satu.html' title='Satu'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-1247020523883795503</id><published>2009-10-27T09:20:00.001-07:00</published><updated>2011-12-29T23:17:29.666-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Apakah Dia Mencintaimu Seperti Aku Mencintaimu?</title><content type='html'>Di taman ini kita biasa bertemu&lt;br /&gt;
Tempat di mana kita selalu memadu rindu&lt;br /&gt;
Ah, bahagianya jika berada di sampingmu&lt;br /&gt;
Dan aku tahu bahwa kamu merasakan hal yang sama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku suka menyandarkan kepalaku dengan manja ke bahumu,&lt;br /&gt;
Mencium aroma khas harum tubuhmu&lt;br /&gt;
Sementara tanganmu dengan lembut membelai rambutku,&lt;br /&gt;
memainkannya dengan jemarimu&lt;br /&gt;
Sambil sesekali kau benahi rambutku&lt;br /&gt;
menempatkan helai-helainya di bagian atas daun telingaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apakah aku secantik dia?" Sering aku bertanya begitu&lt;br /&gt;
Tapi kau hanya tersenyum kecil dan menjawab " Aku sayang kamu, ya..."&lt;br /&gt;
Sambil tanganmu terus membelai rambutku&lt;br /&gt;
Dan aku melihat ke hatimu melalui teduh matamu&lt;br /&gt;
Aku tahu bahwa kau berkata jujur&lt;br /&gt;
Tapi entah mengapa, aku dapat merasakan&lt;br /&gt;
bahwa akan tiba saatnya kau pasti akan meninggalkan aku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kalau rasa takut itu datang,&lt;br /&gt;
aku akan memelukmu dengan sangat erat,&lt;br /&gt;
meminta kepada Tuhan supaya Dia mau menghentikan waktu&lt;br /&gt;
Memohon supaya jangan ada lagi hari esok&lt;br /&gt;
Agar aku bisa tertidur pulas dalam pelukanmu&lt;br /&gt;
di taman yang indah ini.&lt;br /&gt;
Hanya aku dan kamu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah harus sesakit ini untuk mencintaimu?&lt;br /&gt;
Kalau memang harus demikian, Aku bersedia, sayang... Aku bersedia.&lt;br /&gt;
Asalkan aku selalu mendapat bagian dalam cintamu&lt;br /&gt;
Walaupun hanya sedikit saja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di taman ini kini aku seorang diri&lt;br /&gt;
Sementara kau sedang bersama kekasihmu itu&lt;br /&gt;
Apakah aku secantik dia?&lt;br /&gt;
Apakah kau membelai rambutnya seperti membelai rambutku?&lt;br /&gt;
Apakah dia mencintaimu seperti aku mencintaimu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di taman ini aku merindukanmu seorang diri&lt;br /&gt;
Menyaksikan capung-capung yang berkejaran memanggil hujan&lt;br /&gt;
Hingga akhirnya rintik-rintik kecil gerimis perlahan-lahan membasahi taman kita yang indah ini&lt;br /&gt;
Kubiarkan butir-butir air hujan jatuh di atas tubuhku&lt;br /&gt;
Kurasakan sebagai kecupan-kecupan kecil dan belaian-belaian lembut darimu&lt;br /&gt;
Di rambutku, di pipiku, di bahuku, di seluruh tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecupan dan belaian yang selalu membuat aku takut kehilangan dirimu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-1247020523883795503?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/1247020523883795503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/apakah-dia-mencintaimu-seperti-aku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1247020523883795503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1247020523883795503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/apakah-dia-mencintaimu-seperti-aku.html' title='Apakah Dia Mencintaimu Seperti Aku Mencintaimu?'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-9002323682721066022</id><published>2009-10-27T09:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T09:19:09.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Kamu</title><content type='html'>Hati yang mengerti arti kata menanti&lt;br /&gt;
Jiwa yang tidak takut terluka dalam setia penantian&lt;br /&gt;
Mampu berdamai dengan sepi&lt;br /&gt;
Dalam menggapai mimpi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kalau aku rindu kamu, aku akan membuka album langit, memandangi paras elok rembulan dan kerling jenaka bintang-bintang nan jelita. Hadiah yang kau berikan padaku sebagai tanda cinta." Itu katamu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sederhana dalam mencinta namun terasa istimewa&lt;br /&gt;
Bersahaja dalam segala keindahan namun semakin mempesona&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah bertanya mengapa,&lt;br /&gt;
tapi selalu berkata: " Aku mengerti, sayang. Jangan kuatir, aku akan selalu ada untukmu."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu, Hadiah dari surga&lt;br /&gt;
Bagi diriku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-9002323682721066022?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/9002323682721066022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/kamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/9002323682721066022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/9002323682721066022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/kamu.html' title='Kamu'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-6200501484684162006</id><published>2009-10-27T07:46:00.001-07:00</published><updated>2012-01-26T09:49:42.332-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Di Akhir Cerita</title><content type='html'>Gambar dirimu adalah awal dari sebuah cerita.&lt;br /&gt;
Cerita yang perlahan terisi banyak hal tentang kita&lt;br /&gt;
Terjalin dalam percakapan tentang dirimu dan diriku&lt;br /&gt;
Tentang hasrat dan mimpi, tentang masa lalu dan hal-hal yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita tentang keriangan masa kanak-kanak,&lt;br /&gt;
yang dengan penuh kegembiraan berlarian di tengah hujan.&lt;br /&gt;
Tentang kebun mawar di belakang rumah,&lt;br /&gt;
tentang taman di tengah kota yang sering kau lalui,&lt;br /&gt;
Serta hal-hal yang biasa terjadi di sekeliling kita.&lt;br /&gt;
Semua cerita-cerita sederhana itu menjadi begitu indah mengalir dari mulutmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga suatu saat, semua cerita itu membuat kau dan aku saling mengingini.&lt;br /&gt;
Dan suaramu dengan lembut memanggilku dengan kata sayang.&lt;br /&gt;
Lalu nama kita berdua seakan menghilang, melebur dalam satu kata sayang,&lt;br /&gt;
Saling menyapa dengan kata sayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah cerita, kita saling terjatuh dalam cinta&lt;br /&gt;
Saling mencumbu dan merayu satu sama lain&lt;br /&gt;
Saling mengisi kekosongan dalam diri kita masing-masing&lt;br /&gt;
Bercinta, seakan tidak ingin berhenti menuangkan kasih sayang&lt;br /&gt;
Untuk memenuhi hati kita dengan segala kebahagiaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan cerita terus berlanjut dalam dunia yang penuh cerita&lt;br /&gt;
Seperti perjalanan air sungai yang akhirnya bermuara ke laut,&lt;br /&gt;
demikian juga cerita niscaya akan berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun di akhir cerita aku ingin menjadi orang yang paling berbahagia&lt;br /&gt;
Dengan membahagiakanmu di dalam kebahagiaan cerita kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-6200501484684162006?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/6200501484684162006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/gambar-dirimu-adalah-awal-dari-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6200501484684162006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6200501484684162006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/gambar-dirimu-adalah-awal-dari-sebuah.html' title='Di Akhir Cerita'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-2105993114690056026</id><published>2009-10-27T07:44:00.001-07:00</published><updated>2010-10-17T11:08:52.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Di Kebun Tebu</title><content type='html'>Di kebun tebu&lt;br /&gt;
Ku minta kau menjadi kekasihku&lt;br /&gt;
Terlihat rona merah di wajah cantikmu&lt;br /&gt;
Tertunduk dalam bahagia dan malu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kupotong sebatang tebu&lt;br /&gt;
Untuk kita nikmati bersama&lt;br /&gt;
Merayakan indahnya jatuh cinta&lt;br /&gt;
Cinta yang manis di antara pepohonan tebu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-2105993114690056026?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/2105993114690056026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/di-kebun-tebu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2105993114690056026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2105993114690056026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/di-kebun-tebu.html' title='Di Kebun Tebu'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-4422570683811414553</id><published>2009-10-27T07:41:00.001-07:00</published><updated>2009-10-27T07:41:41.873-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Bagai Embun</title><content type='html'>Pagi ini, aku melihat embun menjatuhkan diri dengan manja ke dalam pelukan daun&lt;br /&gt;
Butir moleknya bergemulai indah,&lt;br /&gt;
memancarkan kebahagiaan tentang hati yang berserah&lt;br /&gt;
dan menyatu dalam cinta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bersyukur telah melihat kebahagiaan itu di dirimu&lt;br /&gt;
Di anggukan manja pada senyuman manis&lt;br /&gt;
Dan tatapan sejuk penuh cinta&lt;br /&gt;
Dari matamu yang indah bagai embun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku memintamu&lt;br /&gt;
Untuk menikah denganku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-4422570683811414553?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/4422570683811414553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/bagai-embun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4422570683811414553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4422570683811414553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/bagai-embun.html' title='Bagai Embun'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-2972446836379872667</id><published>2009-10-27T07:33:00.001-07:00</published><updated>2012-01-26T09:49:23.500-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Terima Kasih, Tuhan...</title><content type='html'>Tuhan, Semalam aku diam-diam membuka dompetMu.&lt;br /&gt;
Aku senang...&lt;br /&gt;
Ada fotoku di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih, Tuhan...&lt;br /&gt;
I love You.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-2972446836379872667?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/2972446836379872667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/terima-kasih-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2972446836379872667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/2972446836379872667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/terima-kasih-tuhan.html' title='Terima Kasih, Tuhan...'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-6261554600330528829</id><published>2009-10-27T07:31:00.001-07:00</published><updated>2012-01-26T09:49:07.664-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Aku Mencintaimu dengan Sepuluh Jari</title><content type='html'>Aku sungguh bahagia jika tiba sore hari&lt;br /&gt;
Artinya aku akan berjumpa denganmu sebentar lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bersiap-siap dan merapikan diri&lt;br /&gt;
Memakai minyak wangi yang kau sukai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjumpaimu di layar tujuh belas inchi&lt;br /&gt;
Berbicara dari hati ke hati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang, aku mencintaimu dengan sepuluh jari&lt;br /&gt;
Empat puluh kata per menit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-6261554600330528829?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/6261554600330528829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/aku-mencintaimu-dengan-sepuluh-jari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6261554600330528829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6261554600330528829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/aku-mencintaimu-dengan-sepuluh-jari.html' title='Aku Mencintaimu dengan Sepuluh Jari'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-1404859265358672421</id><published>2009-10-26T07:49:00.000-07:00</published><updated>2012-01-26T09:50:57.106-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Semalam Aku Membencimu</title><content type='html'>Semalam aku membencimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dengan marah kulukis wajahmu di langit&lt;br /&gt;
Tanpa rambut....&lt;br /&gt;
Tanpa Mata...&lt;br /&gt;
Tanpa lesung pipi, walaupun aku sangat menyukai lesung pipimu&lt;br /&gt;
Tanpa mulut dan telinga...&lt;br /&gt;
Kulampiaskan marahku di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lho kok, jadi gambar bulan...?&lt;br /&gt;
Gawat..!!! Jadi ada dua rembulan di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera berlari pulang&lt;br /&gt;
Bersembunyi di kolong tempat tidur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takut dimarahi Tuhan&lt;br /&gt;
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena membencimu&lt;br /&gt;
(Padahal aku mencintaimu)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-1404859265358672421?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/1404859265358672421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/semalam-aku-membencimu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1404859265358672421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1404859265358672421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/semalam-aku-membencimu.html' title='Semalam Aku Membencimu'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-4702905212371001193</id><published>2009-10-26T07:47:00.001-07:00</published><updated>2009-10-26T07:47:59.832-07:00</updated><title type='text'>Mati</title><content type='html'>"Fakir miskin dan anak terlantar di pelihara oleh negara." Ku temukan kalimat tua itu tergeletak lemah tak berdaya, di tempat parkir sebuah bar kelas atas di bilangan Senayan. Dari mulutnya tercium jelas aroma minuman keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera ku panggil petugas kesehatan untuk memeriksanya. Segala upaya di lakukan. Namun sayang nyawanya tidak tertolong lagi. Dia mati di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kereta jenazah di datangkan untuk mengangkut mayat kalimat itu. " Bagaimana ini...? Pasal itu telah mati. Siapa yang akan kita angkat untuk menggantikannya...?" Terdengar ucapan salah seorang yang berkerumun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ahh... Biarkan saja. Kita tak perlu menggantinya. Biarkan saja ruang kerjanya kosong. Jadi kita tidak terlalu repot mengurusi yang bukan keluarga kita. Nanti kita kirim saja bunga duka cita yang besar dan kita karang-karang saja tulisan tentang jasa-jasanya selama ini. Ayo, kita lanjutkan pesta kita. kematian seperti ini adalah hal yang lumrah dan di maklumi oleh masyarakat kita. Lagian mereka kan sibuk cari makan. Mana sempat memikirkan hal-hal seperti ini. Besok juga masyarakat sudah lupa." Sahut seorang di sebelahnya. Dan merekapun beranjak menuju tempat mereka berpesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm... Mereka bicara apa ya...? Kok aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan...? Ah... Sebaiknya aku pulang saja. Bukan urusanku. Sebaiknya aku urus saja urusanku sendiri, supaya aku tidak mati mengenaskan seperti kalimat tua itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-4702905212371001193?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/4702905212371001193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4702905212371001193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/4702905212371001193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/mati.html' title='Mati'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-7415264958683982239</id><published>2009-10-26T06:31:00.001-07:00</published><updated>2010-10-12T12:24:31.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Silja Line</title><content type='html'>Di atas kapal ini, angin hembuskan sejuknya di antara indah rambutmu.&lt;br /&gt;
Membelai lembut, membentuk lambaian manja dari setiap helai rambutmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurapatkan tubuhku ke tubuhmu&lt;br /&gt;
"Apakah kau mencintaiku." Tanyaku.&lt;br /&gt;
"Tahukah kamu kedalaman makna dari kata itu..?" Kau balik bertanya dengan lembut.&lt;br /&gt;
"Ajari aku seberapa dalam maknanya...". Jawabku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau memalingkan wajahmu ke arah birunya laut di bawah kita.&lt;br /&gt;
Sambil membetulkan letak kacamatamu, seakan sedang menyelami kedalamannya.&lt;br /&gt;
Kemudian kau berpaling ke arahku&lt;br /&gt;
Menggenggam erat jemari tanganku dengan kedua tanganmu.&lt;br /&gt;
Lalu mencium pipiku dengan lembut&lt;br /&gt;
Tanpa berkata sesuatu apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bahagia. Sekalipun hanya mendapat bagian kecil dari cintamu.&lt;br /&gt;
Cinta yang tak pernah kau katakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-7415264958683982239?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/7415264958683982239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/silja-line.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7415264958683982239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7415264958683982239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/silja-line.html' title='Silja Line'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-999515471369651965</id><published>2009-10-26T06:28:00.001-07:00</published><updated>2010-10-12T12:17:13.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Menanti Kekasih</title><content type='html'>Malam sepi&lt;br /&gt;
Membeku&lt;br /&gt;
Kutatap langit musim dinginku&lt;br /&gt;
Aurora borealis menari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setia menemani&lt;br /&gt;
Dengan gaun warna-warni&lt;br /&gt;
Hingga awal musim semi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanti dirimu&lt;br /&gt;
Sampai ke pelukanku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan cinta bersemi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-999515471369651965?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/999515471369651965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/menanti-kekasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/999515471369651965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/999515471369651965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/menanti-kekasih.html' title='Menanti Kekasih'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-6055642697006336804</id><published>2009-10-26T06:19:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T12:33:02.698-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Air Mata</title><content type='html'>"Aku mencintaimu." Kataku padanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia diam&lt;br /&gt;
Air matanya jatuh&lt;br /&gt;
Kulihat wajah pria itu di air matanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku diam&lt;br /&gt;
Air mataku jatuh&lt;br /&gt;
Di dekat air matanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs174.snc1/6536_1088898469649_1442091546_30226667_2270089_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs174.snc1/6536_1088898469649_1442091546_30226667_2270089_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-6055642697006336804?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/6055642697006336804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/air-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6055642697006336804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6055642697006336804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/air-mata.html' title='Air Mata'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-7098966602732582079</id><published>2009-10-26T06:12:00.001-07:00</published><updated>2012-01-26T09:48:45.689-08:00</updated><title type='text'>Berlutut Hatiku Menyerah</title><content type='html'>Berlutut hatiku menyerah&lt;br /&gt;
Di indah lesung pipimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjatuh hatiku tak berdaya&lt;br /&gt;
Di indah senyummu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-7098966602732582079?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/7098966602732582079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/berlutu-hatiku-menyerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7098966602732582079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/7098966602732582079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/berlutu-hatiku-menyerah.html' title='Berlutut Hatiku Menyerah'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-3274709143581038967</id><published>2009-10-26T06:08:00.001-07:00</published><updated>2010-10-12T12:35:11.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tiga Luka</title><content type='html'>Sayang, lihatlah jantungku ini...&lt;br /&gt;
Ada tiga goresan luka di situ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luka pertama, ketika pertama kali kau sebutkan namanya sebagai cinta pertamamu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luka yang kedua, karena lebih dari dua kali engkau menyebutkan namanya di setiap canda tawa kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luka yang ketiga, ketika kau salah menyebut namaku dengan namanya walaupun sudah tiga bulan kita memadu kasih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, Sayang...&lt;br /&gt;
Jantungku tetap bertahan dengan ketiga lukanya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
berharap akan datang waktunya&lt;br /&gt;
jantungku menjadi satu-satunya jantung hatimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terluka lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-3274709143581038967?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/3274709143581038967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/tiga-luka.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3274709143581038967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/3274709143581038967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/tiga-luka.html' title='Tiga Luka'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-1385268019716236882</id><published>2009-10-26T06:07:00.001-07:00</published><updated>2009-10-30T03:22:09.984-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>LEMBUR</title><content type='html'>Dia menciumku... dia menciumku tepat di bibirku..!!! Ah, nikmatnya. Apa yang selama ini aku harapkan menjadi kenyataan. Akhirnya ia menciumku. Tepat di bibirku. Dan aku pun terhanyut dalam aliran lembut bibir dan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang tidak akan jatuh cinta kepadanya..? Lelaki ini kelihatan begitu sempurna. Mata yang jernih, kulit yang segar, penampilan yang rapi, serta gaya rambut yang menarik. Jika ia berbicara, tampak jelas barisan giginya yang bersih juga rapi. Dan kalau dia tersenyum... Woow!!! Semuanya dapat di ringkas dalam satu kata : Tampan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah staff baru di kantor ini. Masih dalam masa pengawasan. Si Tampan itu sering mampir ke meja kerjaku, sekedar bertanya beberapa hal atau menawarkan bantuan jika di lihatnya aku mengalami kesulitan dalam pekerjaan baruku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku senang jika ia ada di dekatku. Aroma parfumnya yang khas dan segar, mampu memberikan kesejukan yang menyenangkan bagiku. Ia terlihat makin tampan dengan dasi yang menghiasi pakaian kerjanya. Ingin rasanya sekali waktu aku yang memasangkan dasi di lehernya. Membayangkan betapa dekatnya wajahku dan wajahnya saat memasangkan dasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sabar dan lembut ia mengajariku tentang segala sesuatu yang harus aku lakukan sehubungan dengan pekerjaanku. Sampai suatu ketika tanpa sengaja jari jemari kami bersentuhan di '"mouse"" komputerku. Wow... Jantungku terasa berdetak lebih cepat, dan darahku serasa mengalir lebih deras. Ya, Tuhan... Senangnya hati ini. Lalu kami saling bertatapan dan dia tersenyum kepadaku. Oh, my God...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jatuh cinta lagikah aku..? Atau hanya sekedar nafsu belaka..? Terjatuhkah aku kembali, ke dalam cinta seperti ini...? Tak ingin rasanya melepaskan bibir ini dari bibirnya. Tak ingin rasanya melepaskan kehangatan pelukan Si tampanku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia juga jatuh cinta kepadaku..? Binar matanya itu sudah cukup sebagai jawaban bagiku...(Ia tidak melepaslan gengaman tangannya di jemariku). Semoga saat-saat seperti ini tidak pernah berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi malam sudah semakin larut. Kami pun harus berpisah. Ia melepaskan genggaman tangannya dan mencium bibirku sekali lagi. Ciuman yang dalam dan hangat.. seakan tak ingin di lepaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengantarku sampai ke depan rumahku. Entah apa yang akan ku katakan pada Ranny, istriku, mengenai hal ini. Mungkin alasan seperti yang biasa ku katakan padanya : Lembur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-1385268019716236882?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/1385268019716236882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/lembur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1385268019716236882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1385268019716236882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/lembur.html' title='LEMBUR'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-1380821439536548622</id><published>2009-10-25T07:53:00.001-07:00</published><updated>2010-10-12T12:18:53.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>UBUD</title><content type='html'>Di tepi sungai Petanu&lt;br /&gt;
Kuselipkan setangkai puisi di rambutmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan alam semesta hening terpukau&lt;br /&gt;
Karena indahmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-1380821439536548622?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/1380821439536548622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/ubud_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1380821439536548622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1380821439536548622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/ubud_25.html' title='UBUD'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-6995930451020323375</id><published>2009-10-25T07:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T11:40:29.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Kepada puisi</title><content type='html'>Puisi, bawa aku pergi dari rasa sepi yang menyakitkan ini&lt;br /&gt;
Bawa aku ke kediamanmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat aku meletakkan kepalaku dengan manja di pahamu&lt;br /&gt;
Sampai Sepi ini pergi menjauh&lt;br /&gt;
Dari hatiku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs174.snc1/6536_1088913870034_1442091546_30226687_698494_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="307" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs174.snc1/6536_1088913870034_1442091546_30226687_698494_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-6995930451020323375?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/6995930451020323375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/kepada-puisi_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6995930451020323375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/6995930451020323375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/kepada-puisi_25.html' title='Kepada puisi'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-552232918969294653</id><published>2009-10-25T06:30:00.001-07:00</published><updated>2010-10-23T20:43:15.552-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>MEI</title><content type='html'>Mei. Mei Gracia. Itulah nama anak kami yang cantik. Umurnya baru sebelas tahun. Rambutnya ikal, berkulit putih dan bermata sipit seperti ibunya. Bidadari kecil kami memiliki senyum yang manis sekali. Sering membuat kami tertawa kebingungan karena dari mulutnya sering terlontar pertanyaan-pertanyaan yang kadang -kadang di luar dugaan kami sehingga kami sulit menjawabnya dalam bahasa yang sederhana. Misalnya ketika ia bertanya " kenapa mama cantik dan kulitnya bersih seperti orang cina, sedangkan papa hitam seperti beruang. Padahal kan sama-sama orang batak...?" he he he... Dasar anak-anak...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putriku lahir pada bulan mei 1998, ketika kota Jakarta sedang porak poranda di landa kerusuhan besar yang sangat mengerikan. Didahului dengan krisis ekonomi, para mahasiswa melakukan aksi demonstrasi menuntut perbaikan keadaan dan pergantian kepemimpinan yang berujung pada penembakan mahasiswa oleh aparat keamanan di kampus Trisakti , Grogol, hingga mengakibatkan tewasnya empat orang mahasiswa yang sedang melakukan demonstrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu secara mengerikan terjadilah kerusuhan yang mengakibatkan terbunuhnya lebih dari seribu orang penduduk jakarta. Gedung-gedung perkantoran dan pertokoan yang diduga milik etnis Tionghoa dijarah dan dihancurkan oleh massa yang mengamuk. Diberitakan juga pada waktu kerusuhan, terjadi juga pemerkosaan terhadap perempuan- perempuan berkulit putih dan bermata sipit, seperti mata putriku, di berbagai sudut kota. Sungguh mengherankan, karena terjadi secara serempak dan seperti memiliki target yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nadya, ibu dari anakku berasal dari suku Batak Toba bermarga Silalahi. Ia sangat cantik bagiku. Ia memiliki penampilan fisik yang mirip dengan teman-temannya yang berasal dari etnik Tionghoa pada umumnya, berkulit putih dan bermata sipit. Saudara-saudaranya sering menggoda dia dengan sebutan "Cina ga punya toko." Kalau di goda begitu dia hanya tertawa dan menjawab "Gua ini Cina kantoran.. he he he..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Aku menikahinya, pada usia enam bulan pernikahan, Tuhan memberikan kehamilan kepadanya yang membuatnya kelihatan semakin cantik. Sungguh beruntung aku beristrikan dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan kedua pemeriksaan kehamilan, diketahuilah bahwa Nadya, istriku tercinta memiliki suatu penyakit dalam tubuhnya. Yaitu tumbuhnya jaringan baru abnormal yang berasal dari jaringan otot pada perutnya yang di sebut mioma. Orang- orang biasa menyebutnya kista. Lalu pada bulan ke empat masa kehamilan, Nadya mengalami sakit yang tidak biasa pada perutnya. Dengan bergegas aku membawanya ke dokter kandungan. Setelah diperiksa secara seksama, dokter menganjurkan, demi keselamatan ibunya, penyakit tersebut harus di angkat beserta dengan janin di dalam kandungan istriku. Disampaikan bahwa pertumbuhan penyakitnya berlomba-lomba dengan pertumbuhan janin pada kandungannya. Lemas sekujur tubuhku mendengar Ucapan sang dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapat keluarga besarpun diadakan. Keputusannya adalah bahwa kami lebih mementingkan keselamatan si ibu dan bersedia di gugurkan kandungan istriku. Tapi istriku tidak mau. sambil menangis ia berkata: "Jika anakku harus mati, biarlah dia mati bersama aku". Dia tetap mempertahankan bayi dalam kandungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keadaan yang kalut, kami pun mencari "second opinion" ke dokter kandungan yang lain. Akhirnya kami pindah ke rumah sakit lain di bilangan Cawang. Dokter di sana bersedia menangani penyakit istriku tanpa harus menggugurkan kandungan. Ia memberi obat yang bisa menghambat pertumbuhan penyakit pada Nadya dan selalu melakukan kontrol secara intensif pada pertumbuhan janin. Akhirnya pada bulan mei 1998, melalui operasi caesar akhirnya anakku lahir dengan selamat. Syukur pada Tuhan, Nadya dan anakku Selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang temanku memberikan ucapan selamat sambil mengodaku. Dia mengatakan bahwa kelahiran anak perempuan memiliki suatu pesan khusus bagi para laki-laki yaitu untuk mengingatkan betapa banyaknya "dosa" kita di masa lalu. Sialan, kawanku ini, bah! Bikin malu saja. Tapi mungkin pesan itu benar dan tepat di tujukan kepada para pemerkosa di bulan mei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tahun di akhir bulan mei, kami selalu mengadakan perayaan ulang tahun putri kami, Mei Gracia. Kami menyalakan lilin di atas kue tart dan mendoakan semoga anak kami diberikan panjang umur dan masa depan yang gemilang. Kami bersyukur pada Tuhan karena di bulan mei yang mengerikan itu kami dianugerahi seorang putri yang cantik, yang hampir saja tidak dilahirkan kalau bukan karena kuat cinta ibunya untuk mempertahankannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perayaan ulang tahun selesai, dan putri kami Mei Gracia tertidur, aku dan istriku menyalakan satu lilin lagi di depan rumah kami. Lilin itu untuk mengingatkan kami bahwa di bulan bahagia kelahiran putri kami, pada bulan mei yang sama, terjadi kejadian yang sangat memilukan. Pada bulan Mei 1998, ada banyak perempuan indonesia, Mei-Mei yang lain, di hancurkan hidupnya dan di rusak masa depannya dengan cara di perkosa. kami tidak akan pernah lupa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-552232918969294653?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/552232918969294653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/mei_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/552232918969294653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/552232918969294653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/mei_25.html' title='MEI'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-1071203116800705811</id><published>2009-10-25T06:28:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T00:30:49.952-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Kepada Batsyeba Istriku</title><content type='html'>Semoga kita selalu dalam bimbingan Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batsyeba istriku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana kabarmu, sayang? Sedang sibuk apa di rumah? Kabarku baik di sini. Sayang, sungguh aku sangat merindukanmu. Rindu harum rambutmu, aroma tubuhmu, manis bibirmu, dan tentu saja aku rindu masakanmu. He he he... Tidak ada makanan selezat masakanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batsyeba cantik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya kita sudah memiliki anak, tentu kamu tidak terlalu kesepian jika aku tinggalkan pergi bertugas seperti saat ini, ya... Seandainya kita sudah punya anak, mungkin kamu sekarang sedang asyik mengajari mereka bernyanyi, mengeja huruf dan menulis angka sambil tertawa bercanda, atau mungkin kamu sedang jengkel menghadapi kenakalan mereka. He he he... Anak-anak, memang selalu ada-ada saja tingkah mereka. Tapi tingkah anak-anak selalu lebih banyak menimbulkan gelak tawa dari pada menjengkelkan, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak kita perempuan, pasti ia akan cantik dan berambut indah seperti kamu. Dan kalau laki-laki, tentu tampan dan gagah seperti ayahnya, serdadu tangguh yang kini menjadi suami mu. He he he...&lt;br /&gt;
Cantik, aku sungguh tidak sabar untuk segera memiliki anak darimu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batsyeba bidadariku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan segera pulang, sayang. Peperangan ini akan segera berakhir. Kota Raba, kota Bani Amon itu, telah berhasil kami kepung. Tinggal beberapa penyerangan lagi, maka kita akan memenangi perang ini. Kami sudah berada di garis depan. Kami di pimpin oleh Yoab, Panglima perang luar biasa yang menjadi kebangaan Raja kita, Raja Daud. Ia memimpin kami dengan gagah berani dan selalu bisa menyemangati seluruh pasukan dalam setiap pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batsyeba sayang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bersyukur pada Tuhan, karena memilikimu, ciptaan terindah di seluruh bumi, menjadi istriku yang selalu setia menungguku. Sayang, aku meminta kamu supaya jangan terlalu kuatir mengenai keadaanku. Aku di jaga Tuhan, sayang... Aku berjanji tidak akan mati dalam peperangan ini. Aku akan segera kembali pulang kepadamu, dan akan hidup seribu tahun lagi bersamamu. Lalu kita akan memiliki banyak anak seperti bintang di langit dan pasir di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah dulu ya, cantik, Sampai bertemu nanti. Aku mencintaimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cium dan peluk penuh cinta dari suamimu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Uria mati terbunuh dalam peperangan menginvasi Kota Raba, dan di beri gelar pahlawan (Uria di tempatkan oleh Panglimanya di garis depan pertempuran agar mati terbunuh)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Batsyeba kemudian di peristri oleh Daud Raja Israel yang kemudian memiliki anak yang termahsyur ke seluruh dunia, Salomo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-1071203116800705811?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/1071203116800705811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/kepada-batsyeba-istriku_7565.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1071203116800705811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/1071203116800705811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/kepada-batsyeba-istriku_7565.html' title='Kepada Batsyeba Istriku'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-979263314301965748</id><published>2009-10-25T06:25:00.001-07:00</published><updated>2012-01-26T09:51:53.031-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Bantu Aku Mendorong Gerobak Ini, Nak... (Kembalikan Anakku)</title><content type='html'>Sepertinya baru kemarin anakku tersayang masih di sini, membantuku mengangkat krat-krat minuman dagangan ini ke dalam gerobak untuk dibawa pulang ke rumah. Memang itulah kegiatan rutin anakku tersayang jika malam sudah tiba. Kemudian ia mendorongkan gerobak yang kami jadikan warung ini ke rumah kami. Lalu besok pagi ia mendorong gerobak ini kembali ke tempat ini, di jalan D.I. Panjaitan, Cawang, tempat biasa kami berdagang untuk mencukupi segala kebutuhan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi pedagang kaki lima bukanlah pekerjaan yang menyenangkan. Panas yang menyengat, debu dan asap dari knalpot kendaraan yang lalu lalang, air hujan yang sering memasuki warung kami yang menyelinap melalui lubang-lubang tenda warung yang mulai melapuk di sana-sini, disertai dengan angin yang mengoyang-goyang tendanya menjadi begitu akrab bagi kami. Tapi inilah cara kami memperoleh uang untuk mencukupi kebutuhan kami. bahkan anakku tersayang bisa melajutkan kuliah, yang tentunya dengan sering meminta dispensasi waktu pembayaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangga sekali aku, walaupun dengan cara yang teramat sangat berhemat, aku bisa membiayai kuliahnya. Sering kudengar bisik-bisik beberapa orang bahwa kampus anakku tercinta itu di sebut sebagai kampus abal-abal. Yah, memang sebegitulah kemampuanku. Tapi anakku tersayang tidak pernah minder atau rendah diri. Ia tetap sering tersenyum dan menyapa beberapa temannya yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan,walaupun ia sedang mendorong gerobak kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, anakku tersayang, di mana kau sekarang nak? Apakah engkau sedang berkelakar dengan teman-temanmu? Ataukah sedang membicarakan pujaanmu, Presiden Soekarno, seperti yang biasa kau lakukan bersama teman-temanmu kalau kalian berkumpul di warung kita? Di mana kau, nak ? Apakah kamu sudah makan anakku tersayang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya baru kemarin anakku tersayang masih di sini. Membantuku melayani pembeli sebelum dia berangkat kuliah. "Udah bu, duduk aja. aku yang ngelayanin..." katanya. Fito, itulah nama anakku. ramah pembawaanya dan mudah bergaul dengan siapa saja. Tetapi dia tidak suka berbicara atau tersenyum dengan oknum-oknum berseragam polisi dan tentara atau yang perawakannya mirip polisi dan tentara yang sekali-kali mampir ke warung kami. Memang beberapa kali anakku tersayang melihat kordinator judi dadu atau penjual VCD porno bajakan di dekat warung kami memberikan uang kepada mereka-mereka itu. Mungkin kejadian itulah penyebabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingat, waktu Fitoku masih kecil, ia sering di ajak oleh almarhum ayahnya ke toko buku. Ia senang sekali kalau dibelikan komik-komik super hero, kemudian memamerkannya kepada teman-teman sebayanya. Ah, Fitoku sayang, ia sangat bersemangat menceritakan tokoh-tokoh di dalam komiknya dengan penuh gaya. Pernah ia mengambil sarung ayahnya dan diikatkan ke lehernya supaya terlihat seperti sayap Superman katanya sambil tersenyum. Terlihat jelas lesung pipi anakku . Fitoku yang lucu. di mana kamu sekarang, nak? Apakah kamu sudah makan, sayang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya baru kemarin anakku, Fito tersayang, masih di pelukanku. Ketika suhu badannya panas dan cengeng karena baru mau tumbuh gigi, merapatkan kepalanya dan merengek di dadaku untuk mencari kehangatan dari ibunya.. Ah, anakku sayang, kapan aku bisa memelukmu lagi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah 12 tahun aku menunggu Anakku pulang. Sejak dia katakan akan berjuang untuk rakyat. Aku tidak mengerti apa maksudnya waktu itu. Berjuang untuk apa? Bukankah indonesia sudah merdeka? Ah, memang banyak bahasa dan kalimatnya yang tidak begitu ku mengerti. Tetapi aku tahu dari sorot matanya itu, anakku pasti melakukan hal yang benar, seperti keinginannya menjadi Superman waktu masih kecil. Dan sejak saat itu, anakku tersayang tidak pernah kembali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ku dengar kabar burung bahwa anakku tersayang di tangkap tentara. Apakah anakku pencuri? Apakah anakku pembuat onar? Di mana kau, nak? Apakah kamu sudah makan malam ini? Pulanglah Fitoku, sayang. Bantu ibumu untuk mendorong gerobak ini... Ibu tidak kuat sendiri... Setelah itu kita makan malam bersama ya, sayang dan jangan pergi lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-979263314301965748?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/979263314301965748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/bantu-aku-mendorong-gerobak-ini-nak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/979263314301965748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/979263314301965748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/bantu-aku-mendorong-gerobak-ini-nak.html' title='Bantu Aku Mendorong Gerobak Ini, Nak... (Kembalikan Anakku)'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2245257849941804295.post-907865875517204686</id><published>2009-10-25T06:14:00.001-07:00</published><updated>2009-10-30T03:26:26.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Gerimis</title><content type='html'>Hai, gerimis... Apakah kau mengerti arti kata sepi...?&lt;br /&gt;
mari ceritakan padaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan aku akan duduk diam mendengarkanmu&lt;br /&gt;
sampai aku mengerti dengan sungguh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang sepi yang sangat ku benci&lt;br /&gt;
Tapi sangat mencintaiku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2245257849941804295-907865875517204686?l=fidel-situmorang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/feeds/907865875517204686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/gerimis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/907865875517204686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2245257849941804295/posts/default/907865875517204686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fidel-situmorang.blogspot.com/2009/10/gerimis.html' title='Gerimis'/><author><name>Fidel Situmorang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07659515180486523940</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_B1m1pCqvebw/SumeYq7SgJI/AAAAAAAAACY/bBOXvb2NFZQ/S220/FIDEL.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
